Asyik Memancing Ikan di Sungai, PNS di Konawe Sultra Diterkam Buaya

Febriyono Tamenk ยท Selasa, 19 Maret 2019 - 10:05 WIB
Asyik Memancing Ikan di Sungai, PNS di Konawe Sultra Diterkam Buaya

Tim SAR Kendari menyusuri Sungai Lahambuti, Kabupaten Konawe, Sultra, untuk mencari warga yang hilang setelah diterkam buaya saat memancing, Selasa (19/3/2019). (Foto: iNews/Febriyono Tamenk)

KONAWE, iNews.id – Seorang warga Unaha, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), hilang di Sungai Lahambuti, saat asyik memancing bersama anaknya, Minggu malam (17/3/2019). Korban yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Peternakan Pemkab Konawe, diduga diterkam buaya.

Hingga Selasa pagi (19/3/2019), petugas dari Tim SAR Kendari masih melakukan pencarian terhadap korban bernama Melkias. Petugas yang menggunakan perahu karet menyusuri sepanjang alur Sungai Lahambuti.

BACA JUGA:

Sebulan Diburu, Buaya 1 Ton Pemangsa Manusia Ditangkap Warga Sorong

Buaya Ganas Masuk Perangkap yang Dipasang Warga Teluk Sampit Kotim

Menurut keterangan putra korban, Refin, dia ikut bersama ayahnya memancing ikan di Sungai Lahambuti pada Minggu malam. Saat ada ikan yang menggigit mata pancingnya. Namun, korban sulit menarik pancingnya karena diduga ikannya berukuran besar.

Korban selanjutnya turun ke tepi sungai untuk menarik pancingnya. Refin lalu melihat seekor buaya menerkam bagian tangan ayahnya. Dala waktu singkat, buaya itu langsung membawa korban ke tengah sungai dan menghilang.

Anak korban yang ketakutan melihat peristiwa tersebut langsung berlari menjauh dari sungai. Dia kemudian memberitahukan kepada warga sekitar bahwa ayahnya diterkam buaya dan dibawa ke tengah sungai.

“Saya melihat ada buaya seukuran lemari yang menerkam ayah saat berada di tepi sungai,,” kata Refin bercerita sambil menangis.

Keluarga korban bersama masyarakat kemudian meminta bantuan Tim SAR Kendari untuk melakukan pencarian terhadap korban. Setelah mendapatkan laporan, tim rescue dari SAR Kendari langsung berangkat menuju lokasi dan mengerahkan sejumlah peralatan untuk mencari korban.

Hingga saat ini, Tim SAR Kendari masih melakukan pencarian terhadap korban dengan menggunakan perahu karet. Derasnya arus Sungai Lahambuti dan kondisi air yang keruh menyulitkan petugas melakukan pencarian.

“Kami masih melakukan pencarian terhadap korban. Kami mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati saat menyeberangi sungai atau berada di sekitar sungai sehingga nyawanya tidak terancam,” kata Kepala Kantor SAR Kendari, Djunaedi, Selasa (19/3/2019).

Menurut warga setempat, buaya memang sering terlihat di Sungai Lahambuti. Bahkan, selama ini sudah banyak warga yang hilang saat memancing maupun mandi di sungai karena diduga diterkam buaya.


Editor : Maria Christina