Awan Bentuk Tsunami di Pangkalan Bun Sempat Ganggu Penerbangan

Sigit Dzakwan Pamungkas ยท Minggu, 10 Februari 2019 - 15:22 WIB
Awan Bentuk Tsunami di Pangkalan Bun Sempat Ganggu Penerbangan

Penampakan awan berbentuk tsunami di atas Bandara Iskandar Pangkalan Bun, Sabtu (9/2/2019) kemarin. (Foto: Istimewa)

KOTAWARINGIN BARAT, iNews.id - Fenomena awan hitam berbentuk tsunami yang terjadi di kawasan Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Sabtu (9/2/2019) sempat membuat warga sekitar cemas. Tak hanya itu, awan berbentuk tsunami di atas Bandara Iskandar Pangkalan Bun, itu sempat membuat sejumlah penerbangan tertunda (delay).

“Pesawat Nam Air rute Pangkalan Bun-Jakarta tertunda sekitar 1 jam lantaran awan tsunami berada tepat di atas bandara. Yang seharusnya berangkat pukul 16.00 WIB mundur hingga pukul 17.00 WIB,” ujar petugas Bandara Iskandar Pangkalan Bun, Ari saat dikonfirmasi, Minggu (10/2/2019).


Menurut Kepala BMKG Bandara Iskandar Pangkalan Bun, Slamet Riyadi, peristiwa munculnya awan gelombang tsunami dikenal sebagal cell, awan kumulonimbus yang cukup besar.

Kondisi ini sangat membahayakan penerbangan. Untuk itu lebih baik penerbangan ditunda sementara. Biasanya, awan kumulonimbus tersebut disertai hujan deras, petir dan angin kencang.

BACA JUGA: Awan Tsunami di Pangkalan Bun, Warga Khawatir Pertanda Buruk

“Peristiwa tersebut dikenal sebagai cell awan kumulonimbus yang cukup besar, biasanya menimbulkan hujan deras disertai kilat/petir dan angin kencang. Untuk periode luruhnya awan tersebut tergantung besarnya,” ujar Slamet.

Dia menuturkan, jika awan kumulonimbus ini berpotensi terjadi di sejumlah wilayah di Kalteng. “Awan kumulonimbus ini sangat berbahaya. Bahkan, membahayakan bagi lalulintas penerbangan,” ujarnya.


Sebelumnya diberitakan, awan hitam berbentuk tsunami di langit kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, menggegerkan warga. Fenomena alam ini terjadi sekitar pukul 16.00 WIB dan bisa dilihat dari seluruh penjuru daerah tersebut.

Warga pun ramai-ramai mengabadikan momen langka itu dengan kamera telepon seluler (HP) mereka. Gumpalan di langit yang disebut awan kumulonimbus ini terlihat selama kurang lebih 10 menit. Setelah itu, hujan deras mengguyur Kabupaten Kobar.


Editor : Himas Puspito Putra