Ayah Cabuli 5 Anak Kandung di Pontianak, Salah Satu hingga Melahirkan

Uun Yuniar ยท Sabtu, 30 Maret 2019 - 14:19 WIB
Ayah Cabuli 5 Anak Kandung di Pontianak, Salah Satu hingga Melahirkan

Tersangka Yusni Majet (49) ayah yang mencabuli lima anak kandungnya di Pontianak, Kalbar. (Foto: iNews/Uun Yunibar)

PONTIANAK, iNews.id – Sungguh bejat dan nyaris tak ada kata pantas untuk disematkan atas perbuatan keji seorang ayah di Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). Selama tiga tahun terakhir dia mencabuli kelima anak kandungnya, bahkan satu di antara yang masih berusia 15 tahun telah melahirkan bayi akibat perbuatan asusila sedarah tersebut.

Informasi yang diperoleh iNews, identitas pelaku yakni bernama Yusni Majet (49), yang kesehariannya bekerja sebagai nelayan. Dia telah mencabuli lima putri kandungnya sejak 2017. Perbuatan itu dilakukannya di berbagai tempat, baik di dalam rumah maupun di atas perahu saat melaut. Semuanya dilakukan dengan ancaman ke para korbannya dengan menggunakan pisau.

“Korban mengalami pencabulan di bawah ancaman tersangka,” ujar Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kota Kompol Muhammad Husni Ramli, Sabtu (30/3/2019).

BACA JUGA: Guru Cabuli Keponakannya Divonis Hukuman 7 Tahun Penjara

Dia mengatakan, pengungkapan kasus ini atas laporan istri tersangka sekaligus ibu dari para korban. Pelapor menempuh jalur hukum setelah salah seorang anaknya menceritakan jika telah jadi korban pencabulan dari tersangka.

Akibat perbuatan bejatnya, kelima anak tersebut kini mengalami trauma hebat. Karena pelaku pencabulan merupakan ayah kandung yang seharusnya menjaga dan merawat mereka.

Sementara itu, tersangka Yusni Majet yang dihadirkan saat ekspose di ruang utama Mapolresta Pontianak Kota hanya terdiam membisu. Tak ada satu pun kata terucap dari lelaki bejat tersebut. Dia hanya terus menunduk dan menghindari wajahnya dari sorotan kamera dan video awak media.

Untuk kepentingan penyelidikan, tersangka saat ini sudah ditahan di Mapolresta Pontianak Kota. Dia disangkakan dengan pasal Undang-Undang (UU) Perlindungan Anak dengan ancaman kurungan seumur hidup.


Editor : Donald Karouw