Ayah dan Anak Korban Pembunuhan Sadis di Serang Dimakamkan di Satu Liang Lahat

Wimsalim ยท Rabu, 14 Agustus 2019 - 10:23 WIB
Ayah dan Anak Korban Pembunuhan Sadis di Serang Dimakamkan di Satu Liang Lahat

Jenazah kedua korban dimakamkan di Kampung Gegeneng, Desa Sukadalam, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Selasa malam (13/8/2019). (Foto: iNews/Wimsalim)

CILEGON, iNews.id – Ayah dan anak korban pembunuhan satu keluarga di Kampung Gegeneng, Desa Sukadalam, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, yang terjadi pada Selasa pagi (13/8/2019), dimakamkan dalam satu liang lahat, tadi malam. Jenazah Rustadi (33) dan putranya Al (4), dimakamkan setelah diautopsi di rumah sakit.

Tangis haru pun pecah ketika ibu sekaligus nenek dari korban menyaksikan keduanya dibawa ke pemakaman setelah disalatkan di musala. Ratusan warga Kampung Gegeneng, Desa Sukadalam, yang mengiringi kedua jasad tersebut tak henti-hentinya berzikir sembari menggotong keranda jenazah kedua korban.

Bahkan, dalam perjalanan menuju tempat peristirahatan terakhir keduanya yang tak jauh dari rumahnya, ibu sekaligus nenek tersebut meronta-ronta. Perempuan tersebut tidak kuat menyaksikan putra dan cucunya yang masih berusia empat tahun, tewas dimakamkan dalam satu liang lahat.

BACA JUGA:

Sekeluarga di Serang Ditemukan Bersimbah Darah, Ayah dan Anak Tewas, Ibu Kritis

Pembunuhan Sekeluarga di Serang, Polisi: Ada Luka Tusukan di Tubuh Korban

Korban Selamat Pembunuhan di Serang Sebut Pelaku 2 Orang Pakai Topeng

Warga setempat pun tidak menyangka, keluarga yang dikenal ramah dan baik terhadap masyarakat, dibantai oleh orang yang hingga kini belum diketahui. Keluarga itu sebelumnya ditemukan tergeletak bersimbah darah. Namun, istri Rustadi, Siti Sadiyah (24), masih bisa diselamatkan dan saat ini kondisinya kritis.

Ketiga korban ditemukan pertama kali oleh warga bernama Asgari, yang juga teman almarhum Rustadi. Awalnya dia datang ke rumah korban untuk mengambil peralatan bangunan yang disimpan di rumah almarhum pada Selasa pagi. Namun, saat dia memanggil, tidak ada jawaban.

Asgari lalu berinisiatif untuk membuka pintu rumah korban. Dia pun kaget menemukan Rustadi bersama istri dan anaknya sudah terkapar tidak berdaya dan bersimbah darah di rumahnya.

“Saya lihat banyak darah. Tiga-tiganya sudah tergeletak, seperti orang sudah mati. Saya langsung berteriak meminta tolong kepada anak saya, tetangga. Saya juga langsung panggil orang tuanya,” kata Asgari.

Kasat Reskrim Polres Serang Kota AKP Ivan Adhitira mengungkapkan, hingga saat ini polisi sudah memeriksa enam saksi untuk mengungkap kasus ini dan masih memburu pelaku. Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP).

“Kami masih melakukan pendalaman. Barang bukti yang kami amankan dari TKP berupa sprei berlumuran darah, bantal yang dipeluk korban, dan identitas korban,” kata Ivan.


Editor : Maria Christina