Bandara Palu Mulai Normal Pascagempa, Layani 14 Penerbangan per Hari

Antara ยท Selasa, 09 Oktober 2018 - 13:14 WIB
Bandara Palu Mulai Normal Pascagempa, Layani 14 Penerbangan per Hari

Pesawat komersial bersiap lepas landas di Bandara Mutiara Sis Al Jufri, Palu, Sulteng, Minggu (7/10/2018). Penerbangan komersial melalui Bandara Mutiara Sis Al Jufri berangsur normal dengan penambahan jumlah perbanganan. (Foto: Antara/Wahyu Putro)

PALU, iNews.id – Operasional Bandara Mutiara SIS Al Jufri, Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), berangsur normal pada hari ke-11 pascagempa bermagnitudo 7,4 Skala Richter (SR) yang menggoncang wilayah itu pada Jumat (28/9/2018). Hal ini terlihat dari trafik lalu lintas penerbangan yang sudah mencapai 14 penerbangan per hari.

“Bandara telah bisa melayani 12-14 penerbangan per hari. Ini meningkat signifikan dibanding pekan lalu yang masih fokus untuk melayani pesawat untuk pengiriman bantuan logistik bagi korban gempa,” kata Kepala Bandara Mutiara SIS Al-Jufri, Benyamin Noach Apetuley di Palu, Selasa (9/10/2018).

Tercatat enam maskapai yang beroperasi melayani penumpang yaitu Lion Air, Batik Air, Wings Air, Sriwijaya Air dan Garuda Indonesia, dengan tujuan meliputi Surabaya, Jakarta, Manado, Yogyakarta, Toli-Toli, Ampana, Morowali.

BACA JUGA:

Truk Bawa Bantuan Gempa Palu Tabrak Motor di Trans Sulawesi, 2 Tewas

Anak-Anak Korban Gempa Palu dan Donggala Mulai Kembali Bersekolah

Berdasarkan pantauan, layanan penerbangan bandara sudah berangsur normal. Namun layanan di terminal masih belum pulih karena sejumlah bagian rusak akibat gempa.

Saat memasuki ruang kedatangan, terlihat beberapa sudut plafon ambruk, termasuk lantai dua gedung belum bisa digunakan. Beberapa bagian terminal di lantai satu masih dipasangi pita kuning pertanda dalam perbaikan.

Conveyor belt atau lintasan pengambilan barang bagasi penumpang hanya satu yang dioperasikan. Dua lainnya tidak digunakan karena plafon ruangannya butuh perbaikan.

Sementara itu, Kasubdit Penyelenggaraan Layanan dan Pengusahaan Bandar Udara, Direktorat Bandar Udara Kemenhub, Cecep Kurniwan mengatakan, dari sisi pelayanan Bandara Mutiara sudah kembali pulih.

Meskipun Bandara Mutiara Palu, sudah bisa diterbangi pesawat jet komersial jenis Boeing, kapasitas untuk melayani penerbangan komersial masih dibatasi. Pasalnya, bandara juga harus difungsikan untuk pendaratan pesawat-pesawat untuk keperluan pegiriman bantuan logistik bagi korban gempa.

Pengaturan lalu lintas pesawat atau Air Traffic Control (ATC) sementara menggunakan sistem ATC bergerak, menggantikan menara yang rusak akibat gempa. “Namun secara keseluruhan, layanan semakin normal. Tinggal memperbaiki layanan di ruangan terminal,” ujar Cecep.


Editor : Maria Christina