Bandara Samrat Musnahkan Ribuan Power Bank dan Barang Sitaan Penumpang

Subhan Sabu ยท Jumat, 07 Desember 2018 - 16:59 WIB
Bandara Samrat Musnahkan Ribuan Power Bank dan Barang Sitaan Penumpang

Persiapan saat pemusnahan barang-barang terlarang dan sitaan di Bandara Samrat Manado. (Foto: Subhan Sabu)

MANADO, iNews.id – Bandara Internasional Sam Ratulangi (Samrat) Manado memusnahkan ribuan barang-barang larangan di dalam pesawat (prohibited items), Jumat (7/12/2018). Selain itu juga turut dimusnahkan 2.008 unit power bank yang sudah tidak diambil pemiliknya periode Maret-Agustus 2018.

PTS General Manager (GM) Bandara Samrat Manado Akhmad Akhadi mengatakan, pemusnahan ini merupakan bahan edukasi kepada pengguna jasa penerbangan, barang-barang yang ditahan dan tidak diambil pemiliknya akan dimusnahkan. Harapnnya agar ke depan tidak lagi ada penumpang yang membawa barang yang dilarang atau tidak sesuai dengan ketentuan sesuai aturan.

"Hal ini kami lakukan semata-mata untuk keamanan dan keselamatan penerbangan,” kata Akhmad Akhadi di Manado, Jumat (7/12/2018).

Dia menjabarkan, barang-barang yang dimusnahkan itu meliputi 100 liter minuman keras jenis cap tikus (flammable liquid), tiga kardus korek api berbahan bakar gas, enam kardus benda tajam seperti gunting, pisau, cutter, dan obeng, serta berbagai jenis tabung aerosol 50 buah. Barang-barang itu dihancurkan menggunakan kendaraan penggilas.

Pemusnahan ini sudah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, PM 80 Tahun 2017 tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional, Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor: Skep 2765/XII/2010 tentang Tata Cara Pemeriksaan Keamanan Penumpang, Personel Pesawat Udara dan Orang Perseorangan yang diangkut dengan Pesawat Udara, serta Surat Edaran Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Nomor: SE.015 Tahun 2018 tentang Ketentuan Membawa Pengisi Baterai Portable (Power Bank) dan Baterai Lithium Cadangan pada Pesawat Udara.

“Barang yang dimusnahkan merupakan barang milik penumpang yang tidak diizinkan untuk diberangkatkan dengan alasan keamanan, baik di kabin maupun bagasi, yang selanjutnya barang itu tidak diambil lagi oleh pemiliknya," ujar Akhmad.

Dia menjelaskan, penumpang diperbolehkan untuk membawa alkohol namun harus sesuai dengan peraturan yang berlaku. Seperti memiliki kemasan jual dan tercantumnya kadar alkohol.

Selain pemusnahan, pihak Angkasa Pura I Bandara Samrat Manado juga menyerahkan barang tertinggal yang masih layak pakai ke Persekutuan Oikumene Umat Kristen yang nantinya akan diserahkan kepada orang-orang yang membutuhkan.


Editor : Donald Karouw