Banjir Bandang Terjang Parigi Moutong, 5 Rumah dan Rumah Sakit Tinombo Rusak

Antara ยท Selasa, 30 Juli 2019 - 16:32 WIB
Banjir Bandang Terjang Parigi Moutong, 5 Rumah dan Rumah Sakit Tinombo Rusak

Warga melihat tumpukan material lumpur dan kayu setelah banjir bandang menerjang Banggai, Sulteng. (Foto: Dok.iNews.id)

PARIGI, iNews.id - Banjir bandang menerjang Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Bencana itu terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah itu sejak Selasa (30/7/2019) pagi.

Banjir bandang tersebut merendam sejumlah desa di kecamatan itu di antaranya Desa Siavu, Tinombo dan Desa Silabia. Bencana itu juga merusak sejumlah infrastruktur di antaranya Rumah Sakit Raja Tombolotutu Tinombo dan lima rumah warga rusak dihantam banjir.

“Banjir akibat luapan sungai Tinombo karena intensitas hujan cukup tinggi sejak (Selasa) pagi dan puncaknya pukul 13.00 WITA, dampak kerusakan akibat banjir bisa saja bertambah,” kata Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Parigi Moutong, Ariesto.

Dia menyebutkan, banjir setinggi sekitar 75 centimeter itu merendam sejumlah desa dan Rumah Sakit Tinombo. Luapan air bercampur material lumpur meluap hingga ke teras dan sejumlah ruangan rumah sakit, serta menghanyutkan satu sepeda motor milik pegawai, akibatnya membuat para pasien panik.

"Ruang Radiologi rumah sakit rusak parah akibat dihantam banjir. Kondisi pasien saat ini sudah aman, tidak ada proses evakuasi pasien. Satu masjid di Desa Tinombo juga ikut terendam," ungkap Aresto.

BACA JUGA: Banjir di Banggai Sulteng Telan Korban Jiwa, Seorang Warga Tewas Terseret Arus

Tim reaksi cepat Tagana Dinas Sosial setempat sudah melakukan upaya identifikasi dan kordinasi lapangan dengan sejumlah pihak berwenang sejak siang.

Dia memaparkan, dari informasi diterima pihaknya bahwa dibagian hulu sungai terdapat kubangan, saat hujan dengan intensitas tinggi, air tidak dapat terbendung sehingga badan sungai tidak mampu menampung aliran air deras akibatnya air meluap hingga kepemukiman warga.

"Kami masih melakukan evakuasi warga di wilayah terparah ke tempat aman. Untuk sementara situasi masih tetap kondusif," katanya.

Camat Tinombo, Hayati mengatakan, hujan di wilayah itu sudah reda manun cuaca masih mendung. Hujan yang mengguyur selama dua hari berturut-turut memicu terjadinya luapan air. "Situasi arus lalu lintas di jalur trans sulawesi masih tetap lancar, " ujar Hayati.


Editor : Kastolani Marzuki