Banjir di Jalur Kendari - Konawe, Warga Menyeberang Pakai Rakit Manual

Mukhtaruddin ยท Selasa, 11 Juni 2019 - 20:55 WIB
Banjir di Jalur Kendari - Konawe, Warga Menyeberang Pakai Rakit Manual

Warga menumpang rakit untuk menyeberang di jalur Konawe Sultra. (Foto: iNews/Muktarudin).

KENDARI, iNews.id - Transportasi darat di Jalur Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), masih terpantau lumpuh akibat luapan banjir. Akses jalan dari Kota Kendari menuju Kabupaten Konawe Utara tertutup karena genangan air tinggi.

Untuk melintasi jalan di Desa Andodowi, Kecamatan Sampara, warga terpaksa harus menaiki rakit dan mengeluarkan biaya lebih besar hingga ke tempat tujuan.

Pantauan iNews, kondisi banjir ini dimanfaatkan masyarakat setempat untuk membuat rakit-rakit penyeberangan. Mereka dapat membantu penyeberangan untuk orang dan kendaraan, baik motor maupun mobil.

"Kalau motor tadi diminta Rp30.000 untuk menyeberang jalan," kata seorang penumpang rakit kepada wartawan, Selasa (11/6/2019).

BACA JUGA: Banjir di Konawe Sultra Meluas, 69 Desa Terendam dan 2.000 KK Terdampak

Tarif untuk rakit angkutan penyeberangan ini memang bervariasi. Misal untuk motor mulai dari Rp20.000 - Rp50.000. Sementara mobil harus lebih mahal, berkisar Rp100.000 - Rp200.000. Sedangkan orang menyeberang hanya dikenakan Rp10.000.

Kepala Desa Andodowi, Andika mengatakan, kondisi banjir seperti ini sudah menjadi rutinitas tahunan di wilayahnya. Bukan hanya karena tingginya luapan air, tapi juga disebabkan belum rampungnya pekerjaan proyek jalan dan jembatan.

"Sudah sekitar 4-5 tahun terakhir seperti ini. Kami sudah berkoordinasi dengan dinas pekerjaan umum untuk segera memperbaiki jembatannya," kata Andika.

Menurut dia, dinas sempat berjanji akan memperbaiki jalur tersebut sebelum lebaran. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut untuk perbaikan di sana.

"Kemarin hanya penimbunan pasir saja. Tapi jembatan tidak diperbaiki," ujarnya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal