Basarnas Ternate Evakuasi 13 Penumpang Speedboat yang Dihantam Ombak

Antara ยท Jumat, 15 Maret 2019 - 10:26 WIB
Basarnas Ternate Evakuasi 13 Penumpang Speedboat yang Dihantam Ombak

Ilustrasi gelombang tinggi. (Foto: ANTARA)

TERNATE, iNews.id – Sebuah kapal speedboat rute Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat-Sofifi, Provinsi Maluku Utara (Malut), mengalami mati mesin dan dihantam ombak atau gelombang laut, Kamis (14/3/2019). Basarnas Ternate berhasil mengevakuasi speedboat dan para penumpang.

Kepala Basarnas Ternate, M Arafah mengatakan, mereka awalnya mendapat informasi dari anggota Polairud Polda Malut, ada speedboat rute Jailolo-Sofifi yang mengalami mati mesin dan dihantam gelombang laut berjarak 5,83 mil laut dari Pelabuhan Ahmad Yani.

BACA JUGA:

Dihantam Ombak Besar, Puluhan Perahu Rusak dan Tenggelam di Lombok NTB

Puluhan Perahu Nelayan di Tuban Pecah Dihantam Ombak

Setelah menerima informasi, sekitar pukul 18.41 WIT, Team Rescue Basarnas Ternate bersama dengan anggota Polairud berangkat menuju lokasi speedboat di Perairan Desa Maftutu Pulau Tidore. Tim gabungan berhasi mengevakuasi sebagian korban dan sebagian sudah dievakuasi oleh speedboat masyarakat menuju Pelabuhan Ferry Kota Tidore.

“Setibanya di Pelabuhan Ferry Kota Tidore, kami langsung mengevakuasi seluruh korban menuju Pelabuhan A YAni Kota Ternate pukul 19.55 WIT. Seluruh korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat pada Jumat (15/3) dini hari,” katanya.

Basarnas merinci identitas penumpang speedboat di antaranya Ladae KKM, Jakub (57) yang menjadi nakhoda, Kamsun (40), Azhari (24), Hamka (28), Miran (42), Tatruani (24), Ruraida (24), Asnawia (26), Anita Pauwag (34), Ade Umiayati Mayau (36), Jemmy Panduko (44).

Sementara itu, Plh Kepala Dinas Perhubungan Malut, Armin Zakaria ketika dikonfirmasi meminta kepada pemilik speedboat agar lebih mengutamakan keselamatan penumpang dengan mematuhi aturan pelayaran di daerah ini.

Pemilik kapal harus memperhatikan informasi keadaan cuaca terkini yang setiap saat dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sehingga bisa mengetahui keadaan cuaca di perairan Malut. “Terutama kecepatan angin dan tinggi gelombang, untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan laut,” ujar Armin.

Selain itu, dia mengingatkan pada petugas yang mengawasi pelabuhan agar memberikan peringatan kepada pemilik kapal berukuran kecil maupun speedboat dan penumpang jika cuaca tidak memungkinkan untuk aktivitas pelayaran ke berbagai daerah.


Editor : Maria Christina