Bejat, Ayah Setubuhi Anak Kandung Dalam Semak-Semak di Kubu Raya Kalbar

Uun Yuniar ยท Kamis, 01 Agustus 2019 - 20:10 WIB
Bejat, Ayah Setubuhi Anak Kandung Dalam Semak-Semak di Kubu Raya Kalbar

Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kota AKP Rully Robinson saat menunjukkan pelaku pencabulan terhadap anak kandung. (Foto: iNews/Uun Yunibar)

PONTIANAK, iNews.id – Seorang ayah bejat tega mencabuli anak kandungnya dalam semak-semak perkebunan warga di wilayah Kecamatan Sungai Saya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Korban disetubuhi pelaku di bawah ancaman agar menurut dan tidak melapor kepada ibu kandungnya.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kota AKP Rully Robinson mengatakan, kronologi kejadian ini berawal saat keduanya berboncengan dengan motor ke lokasi tempat kerja pelaku berinisial AB di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Pontianak Selatan pada 15 Juli silam. Saat itu, pelaku mengajak korban yang telah beranjak dewasa bepergian untuk mencari baju baru.

Namun ketika akan membayar, uang pelaku kurang sehingga dialihkan untuk membeli sepatu baru. Seusai berbelanja, mereka kembali ke tempat kerja pelaku.

BACA JUGA: 3 Warga Lhokseumawe Pelaku Zina Dihukum Cambuk 100 Kali, Salah Satunya Perempuan

Saat malam hari, keduanya pun kembali pulang ke rumah dengan berboncengan. Entah apa yang ada dibenak pelaku, dia tiba-tiba menepikan motor di kebun sepi yang menjadi lokasi tempat kejadian perkara (TKP).

Pelaku langsung menyuruh korban turun dan masuk ke dalam semak-semak. Korban awalnya menolak, namun dicekik dan diancam akan dibunuh jika melawan perintahnya.

“Di lokasi itu pelaku melancarkan aksi jahatnya. Dia mencabuli anak kandungnya yang berusia 16 tahun,” ujar Rully, Kamis (1/8/2019).

Keesokan harinya, korban memberanikan diri menceritakan perbuatan bejat sang ayah kepada ibu kandung. Geram mendengar cerita sang anak, sang istri pun langsung melaporkan suaminya ke Mapolresta Pontiakan Kota.

Mendapat laporan adanya kasus pencabulan, Unit Jatanras Satreskrim Polresta Pontianak Kota langsung menangkap pelaku tanpa perawalanan.

“Kami jerat pelaku dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Karena pelaku merupakan ayah korban, maka hukumannya akan ditambah sepertiga masa hukuman,” katanya.


Editor : Donald Karouw