Berenang di Bendungan Wawotobi, Siswa SMK di Konawe Tewas Tenggelam

Febriyono Tamenk ยท Kamis, 14 November 2019 - 19:48 WIB
Berenang di Bendungan Wawotobi, Siswa SMK di Konawe Tewas Tenggelam

Bendungan Wawotobi di Konawe yang menjadi lokasi siswa SMK tewas tenggelam. (Foto: iNews/Febriyono Tamenk)

KONAWE, iNews.id – Seorang siswa kelas XI SMK 2 Unaaha di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) tewas tenggelam saat berenang di Bendungan Wawotobi, Kamis (14/11/2019). Korban tak terselamatkan setelah terseret arus bendungan irigasi tersebut.

Informasi yang dirangkum iNews, awalnya korban Made Wijaya (16) bersama delapan teman kelas datang ke bendungan sepulang sekolah. Namun niat untuk bersenang-senang justru berakhir petaka.

Korban hilang terseret. Apalagi korban diketahui memang tak bisa berenang. Rekan-rekannya panik kemudian meminta bantuan warga dan melapor ke polisi. Setelah dua jam pencarian, tubuh korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.

BACA JUGA: Diduga Bunuh Diri, Siswa SMK di Karangasem Bali Ditemukan Tewas di Dalam Rumah

Teman sekelasnya Arif Setya Budi mengatakan, sejak awal sebelum pergi ke Bendungan Wawotobi korban memang sudah menunjukkan perilaku yang tak biasa. Pembawaannya tak seperti kesehariannya dan tampak lebih banyak diam seakan memikirkan sesuatu.

“Dia (korban) tampak beda. Sewaktu mau ke bendungan dia yang paling bersemangat. Dia yang lebih dahulu meloncat masuk ke dalam air,” ujar Arif, Kamis (14/11/2019).

Kapolsek Unahaa Iptu Setiyono mengungkapkan, jenazah siswa SMK ini ditemukan warga setempat yang membantu pencarian. Lokasinya berjarak sekitar satu kilometer (Km) dari tempat pertama kali hilang.

“Saat dievakuasi, korban sudah dalam kondisi meninggal. Petugas langsung membawanya ke RSUD Konawe,” katanya.

Keluarga korban yang mendapat kabar duka tak kuasa menahan kesedihan. Mereka terlihat menangis saat menjemput jenazah Made Wijaya di RSUD Konawe.

Seusai divisum, jenazah korban diserahkan polisi ke anggota keluarga. Kemudian keluarga almarhum membawa jenazah ke kampung halamannya di Kelurahan Sendang Mulia Sari untuk dimakamkan.


Editor : Donald Karouw