Berharap Amnesti Jokowi, Massa di NTB Gelar Aksi Solidaritas Dukung Baiq Nuril

Harikasidi ยท Minggu, 14 Juli 2019 - 12:30 WIB
Berharap Amnesti Jokowi, Massa di NTB Gelar Aksi Solidaritas Dukung Baiq Nuril

Massa melangsungkan aksi memberikan dukungan kepada terpidana UU ITE, Baiq Nuril. (Foto: Dok iNews).

MATARAM, iNews.id - Ratusan masyarakat dari berbagai elemen turun ke jalan untuk memberikan dukungan terhadap terpidana Undang-Undang ITE, Baiq Nuril. Mereka berharap Presiden Jokowi dapat memberikan amnesti terhadap guru sekolah tersebut.

Dengan membentangkan spanduk putih panjang bertuliskan 'Amnesti Nuril Presiden Jangan Ragu' dengan hastag #SaveBuNuril, massa menggelar aksi solidaritas tersebut.

Aksi untuk mendukung Baiq Nuril mendapatkan amnesti Presiden, mendapatkan respons dan dukungan ribuan elemen masyarakat di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Mereka membubuhkan tanda tangan dan surat tertulis ke Presiden Jokowi.

BACA JUGA: Kasus Baiq Nuril, Keluarga Berharap Amnesti Presiden Jokowi

"Aksi serupa ini juga akan digelar di berbagai daerah di Indonesia," kata kuasa hukum Baiq Nuril, Joko Jumadi, di sela-sela aksi tersebut, Minggu (14/7/2019).

Dukungan dari masyarakat di Mataram ini rencananya akan disampaikan ke pihak Istana pada Senin (15/7/2019) besok. Warga berharap ada amnesti terhadap terpidana kasus Undang-Undang ITE ini dari Presiden, karena Baiq Nuril sebenarnya merupakan korban.

Sebelumnya, keluarga besar Baiq Nuril Maknun, terpidana kasus Undang-Undang ITE mengaku terpukul dengan putusan Mahkamah Agung (MA). Mereka berharap Presiden Jokowi dapat memberikan amnesti hukuman.

BACA JUGA: PK Ditolak MA, Baiq Nuril: Harapan Saya Satu-satunya Kini Hanya Bapak Presiden

Suami Baiq Nuril, Lalu Muhammad Isnaini, mengaku terpukul dengan putusan MA. Seluruh keluarga besar juga shock dengan hasil tersebut.

"Kami terpukul. Tapi kami tetap menghormati proses hukum," kata Isnaini

Sementara itu, Baiq Nuril dikabarkan sempat balik ke kampung halamannya di Mataram, NTB untuk bertemu dengan keluarga. Tidak lama, dia kemudian bertolak kembali ke Jakarta pada Minggu pagi tadi.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal