BMKG: Gempa M4,9 Gorontalo akibat Subduksi Lempeng Laut Sulawesi

Antara, Aditya Pratama ยท Selasa, 03 Desember 2019 - 21:30 WIB
BMKG: Gempa M4,9 Gorontalo akibat Subduksi Lempeng Laut Sulawesi

Gempa bumi Magnitudo 4,9 mengguncang Gorontalo. (Foto: istimewa)

GORONTALO, iNews.id  - Kepala Stasiun Geofisika Manado Abraham Mustamu mengatakan gempa bumi tektonik di Gorontalo pada Selasa (3/12/2019) pukul 19.24 Wita terjadi akibat subduksi lempeng Laut Sulawesi.

Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki parameter Magnitudo 4.9 terjadi pada koordinat episenter pada 0.65 LU dan 122.30 BT, atau tepatnya berlokasi pada jarak 14 km arah Barat Laut Boalemo-Gorontalo pada kedalaman hiposenter 61 km.

“Jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi adalah jenis gempa bumi berkedalaman menengah,” kata Abraham Mastamu.

Berdasarkan laporan masyarakat, gempa dirasakan di wilayah Kabupaten Gorontalo dan Bolaang Mongondow Utara dengan kekuatan intensitas II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Getaran gempa juga dirasakan di wilayah Bone Bolango, Kota Gorontalo, Kabupaten Boalemo, dan Gorontalo Utara dengan kekuatan intensitas III MMI (getaran terasa nyata di dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan truk lewat).

BACA JUGA: Gempa Bumi M4,9 Guncang Boalemo Gorontalo, Berpusat di Darat dan Berkedalaman 61 Km

Hingga pukul 20.10 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya gempa susulan.BMKG mengimbau masyarakat di sekitar wilayah Gorontalo agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Saat gempa terjadi, sejumlah warga di Kota Gorontalo mengaku panik dan berlari ke luar rumah dan gedung."Saya lari duluan menggendong anak-anak. Guncangannya terasa selama beberapa detik," ungkap Yahya Kadir, warga Gorontalo.


Editor : Kastolani Marzuki