Bocah 12 Tahun Tewas Dimangsa Buaya di Desa Oni NTT saat Susul Ayahnya

Sefnat Besie ยท Minggu, 16 Desember 2018 - 00:06 WIB
Bocah 12 Tahun Tewas Dimangsa Buaya di Desa Oni NTT saat Susul Ayahnya

Petugas BKSDA mengevakuasi buaya yang memangsa anak berusia 12 tahun di Desa Oni, Kecamatan Kualin, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT, Sabtu (15/12/2018). (Foto: iNews/Sefnat Besie)

KUALIN, iNews.id – Seorang anak berusia 12 tahun di Desa Oni, Kecamatan Kualin, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), tewas dimangsa buaya muara. Warga akhirnya berhasil menangkap reptil buas itu, Sabtu (15/12/2018).

Peristiwa nahas itu menimpa Kristin Rame saat dia menyusul ayahnya, Karel Rame, melihat ternak tidak jauh dari rumah mereka, Jumat sore (14/12/2018). Sebelumnya ayah korban tidak mengira anaknya akan menyusul ke kandang ternak. Dia baru tersadar ketika anaknya berteriak karena diseret buaya ke dalam muara.


BACA JUGA: Warga Heboh, 5 Buaya Terperangkap di Irigasi saat Banjir di Kuansing


Dia berusaha menyelamatkan anaknya dari serangan buaya, tapi gagal. Kristin akhirnya meninggal dunia. Atas kejadian itu, warga pun ramai-ramai mendatangi lokasi kejadian dan menangkap buaya tersebut. Warga kemudian mengikatnya sambil menunggu petugas Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTT datang.

“Ayah anak itu sempat berusaha menyelamatkan anaknya dari gigitan buaya tersebut, tapi gagal,” kata Kasat Reskrim Polres Timor Tengah Selatan, Iptu Jamari, Sabtu (15/12/2018).


BACA JUGA: Mencuci Baju di Sungai, Ibu di Mandailing Natal Tewas Diterkam Buaya


Sementara petugas Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTT yang mengetahui informasi dari warga kemudian mengevakuasi buaya yang sudah ditangkap warga. Petugas selanjutnya membawanya ke Kota Kupang agar tidak meresahkan warga Kampung Oni.

Berdasarkan data BKSDA NTT, sejak bulan Januari hingga awal Desember tahun 2018, sudah 10 orang warga NTT yang meninggal akibat terkaman buaya. Selain itu, ada dua warga lainnya yang juga diterkam, namun selamat. Mereka menderita-luka setelah bertarung melawan hewan buas itu.


Editor : Maria Christina