Bukan Mudik, Jelang Lebaran Warga Pasangkayu Sibuk Mengungsi

Joni Banne Tonapa ยท Jumat, 08 Juni 2018 - 13:16 WIB
Bukan Mudik, Jelang Lebaran Warga Pasangkayu Sibuk Mengungsi

Jalan pengubung yang terputus total diterjang aliran Sungai Lariang di Kalindu, Pasangkayu. (Foto: iNews/Joni Banne Tonapa)

PASANGKAYU, iNews.id – Ketika sejumlah warga di berbagai daerah sibuk dengan aktivitas mudik menjelang lebaran. Hal berbeda justru dialami warga Kabupaten Pasangkayu atau dulunya Mamuju Utara, Sulawesi Barat (Sulbar). Ratusan warganya justru sibuk mengungsi lantaran tanggul sungai jebol yang memutus akses jalan.

Pantauan iNews, di momen jelang lebaran ratusan warga di Dusun Kalindu, Desa Lariang, Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Pasangkayu, diliputi kepanikan dan mulai sibuk mengungsi. Tak sedikit dari mereka yang terpaksa membongkar rumah karena takut Kalindu tak bisa lagi diakses lagi menggunakan kendaraan.

Hal itu lantaran satu-satunya akses keluar masuk Kalindu saat ini terputus total. Jalan penghubung itu terputus kurang lebih 50 meter akibat terjangan air Sungai Lariang, yang disebabkan oleh jebolnya tanggul penahan banjir. Mirisnya lagi, hingga saat kondisi tersebut belum tersentuh perbaikan dari pemerintah.


Kepala Satuan Kerja (Satker) OP Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) III Sulteng Wayan Karnaya mengatakan, persoalan putusnya akses jalan akibat aliran Sungai Larian ini harus dilihat secara kesatuan dari hilir ke hulu. Tidak bisa permasalahan ini di bagi tiap spot atas dampaknya yang terjadi di wilayah Kalindu.

“Yang harus dilakukan yakni dengan mengalihkan aliran sungai di jalan penghubung. Kami akan kaji dengan Dinas Pekerjaa Umum (PU), untuk anggarannya di atas Rp10 miliar,” kata Wayan, saat memantau kondisi di Kaliundu, Jumat (8/6/2018).

Meski demikian, dia belum bisa memastikan waktu pengerjaan untuk penangulangan tanggul jebol tersebut. Diketahui, jebolnya tanggul telah merendam ribuah hektare lahan pertanian warga setempat dan memutus akses jalan penghubung antardesa.


Editor : Donald Karouw