Cabut Badik saat Rapat Internal, Ketua DPRD Bombana Sultra Dipolisikan

Febriyono Tamenk, Sudirman ยท Selasa, 08 Januari 2019 - 22:16 WIB
Cabut Badik saat Rapat Internal, Ketua DPRD Bombana Sultra Dipolisikan

Rapat internal DPRD Bombana, Sultra ricuh dan terjadi aksi perusakan. (Foto: iNews.id/Sudirman)

BOMBANA, iNews.id – Kericuhan saat rapat dengar pendapat di Kantor DPRD Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra) berbuntut panjang. Ketua DPRD Bombana Andi Firman bahkan dilaporkan ke polisi oleh sejumlah koleganya.

Pelaporan dilakukan karena selain membawa senjata tajam jenis badik, Andi Firman juga diduga menganiaya anggota DPRD lainnya, yakni Heriyanto.

Dia mengaku dirinya sebagai korban penganiayaan dan membenarkan Andi Firman mencabut badik dari pinggangnya sambil berteriak di hadapan peserta rapat yang hadir, sehingga membuat kericuhan tak terhindarkan.

“Saya melaporkan Ketua DPRD Kabupaten Bombana Andi Firman ke Polres Bombana terkait penganiayaan dan kepemilikan benda tajam,” katanya, Selasa (8/1/2019).

BACA JUGA:

Rapat Internal DPRD Bombana Sultra Ricuh, Ketua Dewan Cabut Badik

Dihalangi Ketemu Bupati, Unjuk Rasa Kades di Kediri Sempat Ricuh

Laga PS Tira vs PSIM di Bantul Ricuh, Suporter Serang Wasit dan Pemain

Anggota Komisi III DPRD ini  menuturkan, kericuhan rapat dengar pendapat berawal saat terjadi perdebatan antara Andi Firman dan Wakil Ketua DPRD Amiadin.

“Awalnya berdiri salah satu rekan saya. Pimpinan wakil dua nama Amidin dia katakan ayo jawab secara spontanitas pimpinan DPRD dalam hal ini ketua tiba-tiba mencabut pisau (senjata tajam jenis badik) lalu diacungkan ke atas. Lalu, dia bilang mau cari solusi atau mau cari masalah siapa yang mau,” katanya.

Setelah itu, kata dia, tiba-tiba masuk dua orang tak dikenal hingga terjadilah pertengkaran di dalam ruang rapat itu. “Itu kan tidak etis, saya sesalkan kejadian ini. Pertama apa sih kenapa mesti membawa sajam di rapat formal ini, ketua DPRD sempat dirangkul oleh sama sekwan karena dia masih pegang-pegang badik jangan sampai mengenai sasaran yang tidak diinginkan,” tandasnya.

Video amatir terkait kericuhan sesama wakil rakyat itu pun menjadi viral di media sosial dan mendapat komentar kecaman dari berbagai pihak.


Editor : Kastolani Marzuki