Caleg Perindo Putri Mukaramah Blusukan Serap Aspirasi Nelayan Bengkulu

Okezone ยท Senin, 18 Februari 2019 - 10:05 WIB
Caleg Perindo Putri Mukaramah Blusukan Serap Aspirasi Nelayan Bengkulu

Caleg Perindo Putri Mukaramah saat menemui sejumlah nelayan di Teluk Segara, Bengkulu. (Foto: Demon Fajri/Okezone)

BENGKULU, iNews.id – Calon anggota legislatif (caleg) DPR RI dari Partai Perindo daerah pemilihan (dapil) Provinsi Bengkulu, Putri Mukaramah terus blusukan untuk menyerap aspirasi masyarakat. Dia mendatangi kawasan permukiman warga dan mendengar langsung permasalahan yang kerap mereka hadapi.

Seperti saat dirinya blusukan di Kelurahan Pondok Besi, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu, Minggu (17/2/2019). Caleg nomor 4 ini berdialog dengan warga dan kalangan nelayan.

Dia mendengarkan dengan detail aspirasi warga secara langsung. Mereka selama ini masih butuh perhatian serius. Begitu juga dengan kalangan nelayan.

''Saya sudah keliling ke permukiman penduduk dan nelayan. Dari blusukan ini, saya banyak mendengar aspirasi mereka,'' kata Putri, Minggu (18/2/2019).

BACA JUGA: Cegah DBD, Caleg Perindo Asapi Ratusan Rumah Warga di Bogor

Dari blusukan di tempat pelelangan ikan (TPI) Kelurahan Kebun Keling, dia menemukan persoalan, nelayan tidak hanya membutuhkan bantuan alat tangkap dan kapal. Tetapi juga edukasi terhadap penggunaan bantuan tersebut sehingga mampu mempergunakannyanya sebagaimana mestinya.

''Nelayan tidak hanya butuh bantuan. Bantuan akan sia-sia saja jika tidak ada edukasi untuk nelayan. Dana memang penting, begitu juga dengan fasilitas pendukung alat tangkap. Tapi, nelayan juga butuh edukasi,'' ujar Putri.

Dia mengungkapkan, selama ini kalangann nelayan mendapat penghasilkan berdasarkan cuaca. Hal itu tentunya harus dipikirkan solusinya. Di mana mereka perlu ada pendapatan sampingan sehingga kebutuhan sehari-hari dapat terpenuhi.

"Saya lihat penghasilan mereka (nelayan) berdasarkan cuaca, ini harus dipikirkan. Melalui edukasi dan kreativitas, nelayan dapat melakukan pekerjaan lainnya ketika cuaca buruk dan tak bisa melaut,'' ucapnya.

Dia mencontohkan seperti berjualan secara online. Namun tentu sebelumnya harus ada edukasi terlebih dahulu. “Kami akan pikirkan semuanya, ketika ada perwakilan yang duduk di Senayan,'' tuturnya.

Sementara itu, pengusaha ikan setempat Haris Munandar mengatakan, kalangan nelayan di wilayah Kebun Keling tidak hanya membutuhkan bantuan kapal dan alat tangkap, namun juga edukasi.

Sebab jika nelayan hanya diberikan bantuan, makan akan terkesan manja. Padahal yang dibutuhkan juga menyangkut kemampuan melalui pelatihan-pelatihan. ''Selama ini bantuan dari pemerintah susah dimanfaatkan. Sebab, bantuan yang diberikan tanpa adanya edukasi yang diberikan kepada nelayan,'' ucap Haris.

Dia menilai, bantuan kapal tidak tidak cocok untuk wilayah pantai di Bengkulu. Bagian Kap bodi kapal bantuan terlalu ringan sehingga tidak cocok dengan gelombang laut di Bengkulu. ''Harapan saya, ada yang memikirkan nelayan untuk memberikan edukasi dan bukan hanya bantuan. Ini tidak lain untuk membangun Bengkulu lebih baik,'' kata Haris.


Editor : Donald Karouw