Di Depan Kader Golkar, Kiai Ma'ruf: Jaa'a Qowiyyun, Ma'ruf Aaminun

Antara ยท Selasa, 02 Oktober 2018 - 01:29 WIB
Di Depan Kader Golkar, Kiai Ma'ruf: Jaa'a Qowiyyun, Ma'ruf Aaminun

Cawapres nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin. (Foto: Dok.iNews.id)

SERANG, iNews.id - Cawapres nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin mengaku pernah kalah oleh Presiden Jokowi soal urusan ibadah salat. "Sekali waktu saya bertamu ke Pak Jokowi. Saat tiba, ternyata Pak Jokowi tidak ada. Ternyata beliau sedang salat, padahal saya belum salat. Ternyata, Pak Jokowi selalu salat awal waktu, jadi saya kalah dari Pak Jokowi dalam urusan shalat," kata Kiai Ma'ruf saat menghadiri acara konsolidasi caleg, relawan dan kader Golkar, di Gedung DPD Golkar Kabupaten Serang, Senin (1/10/2018).

Ketua MUI nonaktif ini mengakui, selain taat beribadah, Presiden Jokowi juga telah membuktikan komitmennya dalam menyelesaikan masalah keumatan, dengan menandatangani sejumlah kebijakan prorakyat. "Pak Jokowi juga sangat menghormati ulama dan mencintai santri," ucap Kiai Ma’ruf.

Mantan Rais Aam PBNU ini menilai, penetapan Hari Santri Nasional, bukan sekadar pengakuan negara terhadap peran santri. Tapi juga harapan dan komitmen negara untuk meningkatkan peran santri di masyarakat.

Kiai Ma'ruf pun mengatakan ke depan ijazah pesantren juga akan diakui setara dengan pendidikan formal, namun dengan tambahan prasyarat tertentu.

Menurut Ma'ruf Amin, di kalangan pesantren nama Jokowi dan dirinya memiliki makna tersendiri. "Para kiai sering bilang Jokowi-Kiai Ma'ruf Amin itu Ja'a Qowiyyun, Ma'ruf Aaminun. Artinya, telah datang seorang tokoh yang tangguh, terkenal, lagi terpercaya," ujar dia.

Selain mengisi pembekalan caleg Golkar Banten, Ma'ruf Amin juga menyempatkan diri berziarah ke makam orang tua dan leluhurnya di kawasan Pesantren Kresek, Tangerang dan di kompleks pemakaman Sultan Maulana Hasanuddin Banten.


Editor : Kastolani Marzuki