Dibayar Rp100.000, Pelaku Pembakar Lahan Ditangkap Satpol PP Palangka Raya

Ade Sata ยท Rabu, 14 Agustus 2019 - 00:30 WIB
Dibayar Rp100.000, Pelaku Pembakar Lahan Ditangkap Satpol PP Palangka Raya

Kepala Satpol PP Kota Palangka Raya Yohn Benhur Gohan Pangaribuan dan pelaku pembakar lahan (masker putih) saat memberikan keterangan. (Foto: iNews/Ade Sata)

PALANGKARAYA, iNews.id – Seorang pelaku pembakar lahan di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng), ditangkap petugas Satuan Polisi Pamong Praja (PP), selasa (13/8/2019). Saat diamankan, pelaku mengaku kepada petugas jika mendapat bayaran uang Rp100.000 dari seorang yang tak dikenalnya untuk membakar lahan di Jalan G Obos 14 ujung.

"Oknum pembakar lahan sebenarnya diduga lebih dari lima orang, namun hanya satu yang kami tangkap," ujar Kepala Satpol PP Kota Palangka Raya Yohn Benhur Gohan Pangaribuan, Selasa (13/8/2019).

Dari tangan oknum tersebut, anggota Satpol PP mengamankan sejumlah barang bukti berupa dua buah mancis (korek api), minyak tanah beserta sumbu seperti lampu teplok, yang diduga untuk membakar lahan di kawasan setempat.

Dia menjelaskan, kronologi kejadian berawal dari kecurigaan petugas di Jalan G Obos 14 ujung pada pukul 12.30 WIB. Tim mencurigai keberadaan lima orang yang diduga sengaja membakar lahan di daerah setempat.

Bahkan beberapa hari sebelumnya, mereka juga berada di daerah tersebut. Hanya saja barang bukti untuk memastikan perbuatan mereka sebagai pembakar lahan tidak cukup.

"Hari ini setelah kami intai khirnya lakukan penangkapan. Sementara oknum warga lainnya sempat melarikan diri," katanya.

Pengakuan pelaku pembakar lahan yakni Hariyadi (44), dia diupah seseorang yang sekaligus pemilik lahan yang berdomisili di Palangka Raya.

"Saya tidak kenal yang punya tanah itu karena kami baru satu kali saja bertemu dan langsung melakukan instruksi orang itu," katanya.

Seusai diamankan, anggota Satpol PP menyerahkan pelaku kepada penyidik Polres Palangka Raya untuk proses lebih lanjutnya. Kasus ini terus dikembangkan untuk mengungkap adanya dugaan pembakaran lahan secara terorganisir.


Editor : Donald Karouw