Dicopot sebagai Dandim karena Istri Posting Nyinyir soal Wiranto, Kol Hendi: Saya Terima Keputusan Komandan

Antara, Aditya Pratama ยท Sabtu, 12 Oktober 2019 - 15:47 WIB
Dicopot sebagai Dandim karena Istri Posting Nyinyir soal Wiranto, Kol Hendi: Saya Terima Keputusan Komandan

Kolonel Kav Hendi Suhendi (kiri) menyaksikan Kolonel Inf Alamsyah (kanan) diambil sumpahnya sebagai Komandan Kodim 1417 Kendari saat upacara sertijab di Aula Tamalaki Korem 143 Haluoleo, Kendari, Sultra, Sabtu (12/10/2019). (ANTARA FOTO/Jojon)

KENDARI, iNews.idMantan Komandan Distrik Militer (Dandim) 1417 Kendari Kolonel Kaveleri Hendi Suhendi yang dicopot dari jabatannya karena postingan sang istri di media sosial, ikhlas menerima keputusan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa. Sebagai prajurit, dia mengaku menghormati keputusan pimpinan.

“Saya prajurit yang setia dan hormat keputusan pimpinan. Saya dan keluarga ikhlas menerima keputusan komandan,” kata Hendi Suhendi didampingi istri di Kendari, Sabtu (12/10/2019).

Hendi yang pernah bertugas sebagai atase darat pada KBRI di Moskow, Rusia ini mengaku siap menjalankan keputusan institusi. “Sekali lagi saya mau katakan bahwa saya prajurit setia dan kesatria yang dididik bertanggung jawab dan patuh pada perintah komando,” ujarnya.

 

BACA JUGA:

Sosok Dandim Kendari yang Dicopot karena Postingan Istri, Kolonel Hedi Baru 2 Bulan Menjabat

Istri Kolonel Hendi Suhendi Menangis saat Serah Terima Jabatan Dandim Kendari

 

Acara serah terima jabatan Komandan Distrik Militer 1417 Kendari digelar di Aula Sudirman Korem 143 Haluoleo. Acara itu turut dihadiri jajaran Kodim se-Sultra, perwira Korem 143 Haluoleo, jajaran Danramil, Komandan Batalyon 725 Woroagi, serta anggota dan pengurus Persit.

Jabatan Komandan Distrik Militer 1417 Kendari, Sulawesi Tenggara diserahterimakan dari Kolonel Kaveleri Hendi Suhendi kepada Kolonel Infanteri Alamsyah di Aula Sudirman Korem 143 Haluoleo.

Pergantian puncuk komando Distrik Militer 1417 Kendari terkesan mendadak menyusul keputusan hukuman KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa yang memberhentikan Hendi Suhendi.

Kolonel Hendi Suhendi diberhentikan karena postingan istrinya terkait insiden penusukan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, (Menko Polhukam) Wiranto di Pandeglang, Banten.

Hendi Suhendi yang baru menjabat sekitar tiga bulan menggantikan Letkol Fajar Lutvi Haris Wijaya mendadak diberhentikan dari jabatan karena melanggar Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2014 tentang Hukum Disiplin Militer.

Selain dijatuhi hukuman disiplin pemberhentian dari jabatan Kodim 1417 Kendari, Hendi Suhendi juga diganjar sanksi militer berupa penahanan ringan selama 14 hari.

Sementara istri Kolonel Hendi Suhendi berinisial IPDN yang memosting insiden penusukan Wiranto di media sosial, harus menjalani proses peradilan umum atas dugaan melanggar Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa sebelumnya mengatakan, mencopot dua anggota TNI AD. Pencopotan terkait unggahan istri mereka di media sosial yang memuat konten negatif tentang insiden penusukan Menko Polhukam Wiranto.

”Saya hanya ingin menyampaikan sehubungan dengan beredarnya postingan di sosmed, menyangkut insiden yang dialami oleh Menko Polhukam, maka AD telah mengambil keputusan. Pertama, kepada dua individu yang juga merupakan istri dari anggota TNI AD,” kata KSAD di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat (11/10/2019).

Individu pertama berinisial IPDL dan kedua LZ. IPDL merupakan istri Dandim Kendari, Kolonel Hendi Suhendi. Sedangkan LZ merupakan istri dari sersan dua (serda) Z.

Berdasarkan penelusuran, dalam akun media sosialnya LZ menulis unggahan bernada nyinyir terhadap Wiranto. Dia menulis, ”Cuma sama pisau saja ko, belum kaya dokter di Wamena, belum kayak mahasiswa yg meninggal karena kepalanya retak gara2 dipukul benda tumpul, ga kayak anak2 yg meninggal gara2 asap di riau dan jambi. So, gak usah lebay lah.”


Editor : Maria Christina