Diperiksa Polisi, Paman Pelaku Penyekapan 2 Balita di Batam Bungkam

Gusti Yennosa ยท Sabtu, 25 Agustus 2018 - 12:27 WIB
Diperiksa Polisi, Paman Pelaku Penyekapan 2 Balita di Batam Bungkam

Tersangka Suryanto, saat menjalani interogasi oleh penyidik Reskrim Polsek Batu Aji. (Foto: iNews/Gusti Yennosa)

BATAM, iNews.id – Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan dua balita kakak beradik Rahman (4,5) dan Akbar (3,5) di Tanjung Uncang, Batam, Riau, terus diselidiki polisi. Dari hasil pemeriksaan sementara, paman korban Suryanto mengaku menyekap keduanya karena dianggap nakal.

Suryanto yang telah ditetapkan tersangka saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Unit Reskrim Polsek Batu Aji. Dia masih belum terbuka dan kerap bungkam atas perbuatannya kepada dua balita tersebut.

Dia hanya beralasan, menempatkan kedua korban di tempat tersebut karena kerap nakal untuk membenarkan perbuatan kejinya. “Itu anak abang saya,” ucap tersangka yang lebih banyak diam saat diinterogasi penyidik, Sabtu (25/8/2018).

Istri tersangka, Sri, masih belum dapat diminta keterangan karena sedang menjalani perawatan di rumah sakit akibat kecelakaan yang dialaminya. Sementara orang tua kedua balita Muhammad Taher yang saat ini bekerja sebagai TKI di Timor Leste sudah diberitahukan atas peristiwa tersebut. Kabarnya, dia akan segera kembali ke Batam untuk bertemu dua anaknya.


BACA JUGA:

Polisi Tangkap Paman yang Sekap dan Aniaya 2 Balita di Batam

2 Balita Ini Disekap dan Dianiaya Pamannya Selama 2 Tahun di Batam


Di sisi lain, kondisi kedua balita itu kini berangsur membaik usai mendapat bantuan medis di RS Embung Fatiman. Hanya saja, balita Akbar masih membutuhkan penanganan ekstra karena mengalami gangguan saluran kencing dan banyak cairan kotor dalam perut.

Hanya saja belum diketahui cairan apa dalam perut balita tersebut. Tubuh mungilnya tampak dipasangkan selang infus dan kateter untuk mengeluarkan cairan tersebut.

“Balita ini mengalami busung lapar karena kekurangan gizi. Kami akan merawatnya hingga kondisinya benar-benar sehat,” kata Rosmawati, petugas kesehatan pendamping korban.

Dia melanjutkan, untuk kondisi kakaknya, Rahman terlihat lebih sehat. Meski masih mengeluh sakit di bagian kepala, namun dia sudah bisa bermain. Sesekali bahkan dia menatap tajam adiknya yang menangis saat menjalani perawatan dan digendong petugas kesehatan.

Diketahui, Dua balita laki-laki kakak adik, Rahman dan Akbar ditemukan warga dan polisi dalam kondisi memprihatinkan di ruang kosong samping rumah tersangka Suryanto di Perumahan Central Park, Tanjung Uncang, Batam, Riau, Jumat (24/8/2018).

Saat ditemukan, kondisi Rahman dan adiknya Akbar dalam kondisi kelaparan dan badan penuh lumpur. Kedua bocah malang ini diduga disekap pelaku sejak dua tahun lalu. Di tubuh korban juga ditemukan banyak bekas luka penganiayaan.


Editor : Donald Karouw