Ditabrak Kereta Api, Perempuan Tanpa Identitas di Cilegon Tewas Mengenaskan

Wimsalim ยท Senin, 23 September 2019 - 10:43 WIB
Ditabrak Kereta Api, Perempuan Tanpa Identitas di Cilegon Tewas Mengenaskan

Petugas saat mengevakuasi perempuan yang tewas tertabrak kereta api di Cilegon, Banten. (Foto: iNews/Wim Salim)

CILEGON, iNews.id – Seorang perempuan paruh baya tewas mengenaskan tertabrak kereta api jurusan Rangkasbitung–Merak di Cilegon, Banten, Senin (23/9/2019) pukul 05.20 WIB. Lokasi kejadian berada pada Kilometer (KM) 131, Kampung Cibeber Bedeng, Kelurahan Cibeber. Korban tewas di tempat bahkan sempat terseret sejauh 200 meter.

Informasi yang dirangkum iNews, peristiwa ini pertama kali diketahui petugas keamanan Stasiun Cilegon setelah mendapat laporan dari masinis. Petugas langsung menyusuri sepanjang TKP dan menemukan mayat korban serta melapor ke Polsek Cibeber.

Polisi yang datang olah TKP dan mengidentifikasi mayat perempuan itu tak menemukan adanya tanpa pengenal. Selanjutnya jenazah dibawa ke Rumah Sakit (RS) Krakatau Medika Cilegon untuk keperluan autopsi.


“Pagi tadi saya dapat laporan dari masinis dan langsung cek lokasi. Korban meninggal di tempat dan tak ditemukan identitas. Warga juga tak ada yang mengenalinya, namun sering melihat perempuan itu berjalan di seputaran rel,” ujar Petugas Stasiun Cilegon Dede Mulyana, Senin (23/9/2019).

BACA JUGA: Tragis, 2 Perempuan Tewas Mengenaskan Tertabrak Kereta Api Brantas di Ngawi

Kepala SPKT Polres Cilegon Ipda Dedy Junaedi mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil visum untuk memastikan identitas korban dan penyebab kematian.

“Kami tak menemukan tanda pengenal, nanti akan dicek melalui sidik cari untuk bisa mengetahui identitas korban,” ujarnya.

Hasil pemeriksaan, perempuan yang menjadi korban ditabrak kereta api berusia 48 tahun. Untuk ciri khusus lain masih sebatas pakaian yang dikenakan korban.

“Memang keterangan warga tidak ada yang mengenalinya. Namun mereka pernah melihat korban di seputaran kampung. Saat kejadian, diduga korban sedang berjalan di rel dan tak menyadari kedatangan kereta,” katanya.


Editor : Donald Karouw