Diterjang Tsunami, Begini Kondisi Ratusan Rumah di Desa Teluk Banten

Iskandar Nasution ยท Senin, 24 Desember 2018 - 15:41 WIB
Diterjang Tsunami, Begini Kondisi Ratusan Rumah di Desa Teluk Banten

Kondisi Dea Teluk, Kecamatan Labuan, Pandeglang, Banten dari udara, Senin (24/12/2018). Di desa tersebut ratusan rumah rusak akibat diterjang tsunami yang terjadi Sabtu (22/12/2018). (Foto: iNews.id/Iskandar Nasution)

PANDEGLANG, iNews.id – Gelombang tsunami Selat Sunda yang datang tiba-tiba meluluhlantakkan beberapa daerah pesisir pantai di Banten, Sabtu (22/12/2018) malam lalu. Tak terkecuali Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang.

Kondisi desa tersebut kini bak desa mati karena ditinggalkan warganya yang mengungsi lantaran takut tsunami susulan. Tsunami yang diduga terjadi akibat longsoran erupsi Gunung Anak Krakatau itu merusak ratusan rumah yang berada di bibir pantai. Beberapa bangunan fasilitas umum juga rusak, seperti tempat ibadah dan tempat pelelangan ikan.

Warga Desa Teluk, Susilo menuturkan, hampir seluruh rumah yang berada di dekat pantai kondisinya rusak parah akibat diterjang tsunami. “Rusak semua, Pak. Terutama rumah-rumah yang dekat pantai. Jumlahnya ada ratusan lebih. Beberapa lokasi lapak penjualan ikan juga rusak parah,” katanya, Senin (24/12/2018).

BACA JUGA:

Polisi: 817 Rumah di Banten dan Lampung Rusak Diterjang Tsunami

Pemprov Lampung Dapat Bansos Rp516 Juta untuk Korban Tsunami

Tsunami Selat Sunda, Jokowi Perintahkan BMKG Beli Alat Deteksi Bencana

Menurut Susilo, saat ini seluruh warga memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman karena khawatir tsunami susulan. “Ada yang ke Ciater dan tempat-tempat lainnya yang lebih aman,” ucapnya.



Susilo menambahkan, biasanya warga khususnya laki-laki akan kembali untuk melihat kondisi rumah mereka pada siang hari. “Kalau malam mereka balik lagi ke tempat pengungsian,” ujarnya.

Hingga kini, belum ada upaya penanganan ataupun perbaikan ratusan rumah warga yang rusak. Warga sangat berharap adanya bantuan dari pemerintah. “Belum ada (bantuan) perbaikan. Kalau bisa secepatnya ada bantuan supaya kami bisa kembali beraktivitas,” tandas Susilo.


Editor : Kastolani Marzuki