Erupsi Gunung Karangetang, 216 Warga Mengungsi dan 499 Jiwa Terisolasi

Okezone ยท Senin, 11 Februari 2019 - 11:19 WIB
Erupsi Gunung Karangetang, 216 Warga Mengungsi dan 499 Jiwa Terisolasi

Sejumlah warga menempati lokasi pengungsian sementara di Kelurahan Paseng, Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulut, akibat erupsi Gunung Karangetang yang semakin meluas. (Foto: ANTARA/Adwit B Pramono)

JAKARTA, iNews.id – Sedikitnya 216 warga yang terdampak erupsi Gunung Karangetang, Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara (Sulut), mengungsi ke lokasi aman. Mereka ditampung di sejumlah titik pengungsian yang telah disiapkan.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, sesuai data per Minggu (10/2/2019), jumlah pengungsi terdapat di Shelter Passeng, yakni 132 jiwa terdiri atas 69 laki-laki dan 63 perempuan. Selanjutnya, di Shelter SMIST Batubulan terdapat 42 pengungsi (20 laki-laki dan 22 perempuan), serta lainnya ditampung di rumah-rumah warga sekitar 42 orang.

"Selain itu terdapat 499 jiwa yang masih terisolasi di Kampung Batubulan. 42 penyintas dan 457 jiwa tetap tinggal di rumah masing-masing," katanya dalam keterangan tertulis, Senin (11/2/2019).

BACA JUGA: Tanggap Darurat 7 Hari, 213 Warga Lereng Gunung Karangetang Mengungsi, 494 Terisolasi

Untuk penanganan darurat erupsi Gunung Karangetang, saat ini para pengungsi membutuhkan makanan, sanitasi, air bersih, pelayanan kesehatan dan penyediaan shelter.

"TNI dan Polri terus mendukung pelaksanaan tanggap darurat ini. Petugas mnjaga pos pengamanan agar warga tidak ada yang melewati daerah yang dinyatakan tak aman," ujar Sutopo.

Berdasarkan analisis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM, ada penumpukan lava di area dekat puncak Gunung Karangetang. Penumpukan lava ini dikhawatirkan dapat turun secara tiba-tiba apabila volumenya mencukupi untuk terjadi guguran. PVMBG pun telah merekomendasikan pemda setempat untuk meningkatkan kesiapsiagaan di sejumlah daerah atas potensi ancaman tersebut.

"Dalam kondisi hujan dengan intensitas curah hujan tinggi, dikhawatirkan penumpukan lava terbawa air hingga menimbulkan banjir lahar," ucapnya.


Editor : Donald Karouw