Erupsi Gunung Karangetang, 227 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

Subhan Sabu ยท Selasa, 12 Februari 2019 - 10:50 WIB
Erupsi Gunung Karangetang, 227 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

Sejumlah warga saat berada di lokasi pengungsian dampak erupsi Gunung Karangetang. (Foto: Subhan Sabu)

SITARO, iNews.id – Sedikitnya 227 warga Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara (Sulut), masih bertahan di lokasi pengungsian akibat dampak aktivitas vulkanis Gunung Karangetang, hingga Selasa (12/2/2019). Mereka tersebar di beberapa lokasi pengungsian yang telah disiapkan.

Informasi yang dirangkum iNews, para pengungsi yang menetap di shelter mencapai 132 jiwa, di wilayah Batubulan 42 jiwa, tinggal di rumah keluarga 39 orang. Ada juga pengungsi anak-anak sekolah yang tinggal di Desa kawahang sekira 14 orang.

Humas Basarnas Manado Ferry Aryanto mengatakan, sampai saat ini timnya masih bertahan di Pulau Siau. Mereka menunggu instruksi Bupati Kabupaten Kepulauan Sitaro hingga memastikan kondisi sudah aman.

"Tim akan melakukan pengawasan jika ada ada masyarakat yang beraktivitas di sekitaran Gunung Karangetang," ujar Ferry, Selasa (12/2/2019).

BACA JUGA: Erupsi Gunung Karangetang, 216 Warga Mengungsi dan 499 Jiwa Terisolasi

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang Aditya Gurasali mengatakan, aktivitas vulkanis Gunung Karangetang yang mengeluarkan guguran lava terjadi sejak November 2018 lalu. Asap teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 100 meter di atas puncak kawah.

"Asap putih kebiruan menyebar di bagian selatan gunung dan bau belerang tercium lemah sampai ke pos pemantau Gunung Karangetang," katanya.

Hingga saat ini, masyarakat masih dilarang mendekat dan tidak melakukan pendakian. Mereka juga tidak boleh beraktivitas di dalam zona bahaya, yakni radius 2,5 Kilometer (Km) dari puncak kawah dua bagian utara dan kawah utama bagian selatan, serta area perluasan sektoral ke arah barat-barat laut sejauh 3 Km dan ke arah Barat laut utara 4 Km.

Aktivitas vulkanik juga berdampak pada kerusakan infastruktur. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sitaro melaporkan 2 unit jembatan kampung rusak berat. Akses menuju Kampung Batubulan juga tertutup material vulkanis hingga ketinggian 50 meter dengan luasan 300 meter.

Saat ini, Pemkab Sitaro dan unsur lainnya seperti TNI, Polri, relawan dan petugas kemanusiaan telah melakukan upaya penanganan darurat. Evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar disediakan kepada para pengungsi. Sementara BNPB turut mendukung penguatan pos komando dalam penanganan darurat.


Editor : Donald Karouw