Erupsi Gunung Karangetang, 495 Warga di Batubulan Enggan Mengungsi

Cahya Sumirat ยท Jumat, 08 Februari 2019 - 14:33 WIB
Erupsi Gunung Karangetang, 495 Warga di Batubulan Enggan Mengungsi

Koordinasi tim gabungan dari SAR, BPBD dan TNI-Polri terkait erupsi Gunung Karangetang. (Foto: Istimewa).

SITARO, iNews.id – Sebanyak 494 orang warga di Kampung Batubulan, Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara (Sulut) masih terisolasi, di tengah-tengah peningkatan aktivitas erupsi vulkanik Gunung Karangetang.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sitaro, Bob Wuaten, kondisi mereka sampai saat ini masih relatif aman. Meski sudah ada evakuasi, sebagian masyarakat meminta untuk bisa menetap di kampung mereka.

"Hanya radius 500 meter dari kali Batuare yang dievakuasi ke tengah kampung," kata Bob di kantor BPBD Kabupaten Sitaro, Sulut, Jumat (8/2/2019).

Selain itu, dia memastikan kebutuhan warga di sana juga masih tercukupi. Karena itu, dia tetap mengimbau agar warga tetap memerhatikan imbauan dari instansi terkait mengenai aktivitas Gunung Karangetang.

Dia tegas, warga tidak beraktivitas di daerah rawan, atau sudah dilarang. Kemudian, selalu mengenakan masker sebagai bentuk antisipasi jika abu vulkanik berguguran di sekitar wilayah mereka.

"Tetap waspada dan jangan mendekat ke area berbahaya," ujar dia.

Humas SAR Manado, Fery Ari Yanto mengatakan, dari hasil rapat hari ini ada 195 jiwa dari 54 KK yang mengungsi. Mereka berada di lokasi pengungsian BPBD Siau (122 jiwa) dan SD GMIS Batubulan (44 jiwa).

"Ada 29 warga di kedua lokasi pengungsian tersebut yang tinggal di rumah saudaranya," kata Fery.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal