Evakuasi Korban Tambang Longsor, Lantamal VIII Kirim 1 SST Prajurit

Cahya Sumirat ยท Kamis, 28 Februari 2019 - 10:58 WIB
Evakuasi Korban Tambang Longsor, Lantamal VIII Kirim 1 SST Prajurit

Sejumlah prajurit TNI AL ikut membantu proses evakuasi korban longsor tambang bersama tim SAR Gabungan. (Foto: Dok Dispen Lanal)

MANADO, iNews.id – Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) VIII Manado menginstruksikan Batalyon Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) VIII Bitung, mengerahkan personel untuk membantu proses penanganan evakuasi korban longsor tambang emas ilegal di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolaang Mongondouw (Bolmong), Sulawesi Utara (Sulut).

Komandan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarharlan) VIII Bitung pun mengirimkan satu Satuan Setingkat Peleton (SST) prajurit. Pasukan itu telag tergabung bersama petugas lainnya dan warga setempat dalam proses evakuasi sejak Rabu (27/2/2019).

Danyonmarhanlan VIII Bitung Letkol Mar Nandang Permana Jaya menyampaikan, pihaknya turut prihatin dan berbela sungkawa kepada keluarga yang terkena musibah tanah longsor.

Dukungan personel di lokasi musibah ini untuk mempercepat proses evakuasi dan meminimalisasi jatuhnya korban jiwa. Karena sudah sejak Selasa (26/2/2019), puluhan penambang terjebak di reruntuhan lubang tambang emas tersebut.


BACA JUGA:

Update Longsor Tambang Ilegal di Bolmong Sulut, 6 Tewas dan 19 Selamat

Update Korban Longsor Tambang Liar di Bolmong: 4 Tewas dan 17 Selamat


“Apa yang kami lakukan ini sebagai wujud manunggal dengan rakyat untuk turut serta membantu mengatasi kesulitan warga, khususnya yang sedang tertimpa bencana longsor,” ujarnya, Kamis (28/2/2019).

Bantuan tenaga ini menambah kekuatan yang sebelumnya sudah ada bersama 60 anggota Polres dan 30 Brimob di lokasi. Proses pencarian dan penanganan juga melibatkan puluhan anggota SAR dan Basarnas, BPBD Bolmong dan unsur masyarakat. Polda Sulut juga telah mengirimkan Tim Sar Samapta dan Unit K-9 (anjing pelacak) yang dipimpin kasubdit Gasum Sabhara.

Diketahui, musibah ini terjadi saat kurang lebih 60 penambang sedang berada dalam lubang untuk menambang emas, Selasa malam (26/2/2019). Tiba-tiba tiang dan papan penyangga lubang galian patah akibat kondisi tanah yang labil serta banyaknya lubang galian tambang sehingga longsor dan menimbun mereka.

Saat ini sudah 25 penambang yang dievakuasi. 19 dalam kondisi selamat dan terluka, sedangkan 6 lainnya meninggal. Proses pencarian dan evakuasi masih berlanjut saat ini.


Editor : Donald Karouw