Evakuasi Titi Wati Penderita Obesitas ke Rumah Sakit Libatkan 20 Orang

Ade Sata ยท Jumat, 11 Januari 2019 - 13:30 WIB
Evakuasi Titi Wati Penderita Obesitas ke Rumah Sakit Libatkan 20 Orang

Penderita obesitas, Titi Wati akhirnya dievakuasi ke RSUD Doris Sylvanus Palangkaraya, Kalteng, Jumat (11/1/2019). (Foto: iNews/Ade Sata)

PALANGKARAYA, iNews.id – Titi Wati, ibu rumah tangga penderita obesitas yang memiliki bobot 350 kilogram (kg), akhirnya dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Doris Sylvanus Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng), dengan melibatkan 20 orang, Jumat (11/1/2019) pagi. Untuk bisa mengeluarkan perempuan berusia 37 tahun itu dari rumah, tim evakuasi harus menjebol pintu depan.

Sebelum dievakuasi, Titi Wati yang menggelar doa bersama sempat mengeluarkan air mata. Dia mengaku gugup karena seumur hidupnya baru kali ini menjalani operasi. Namun, setelah enam tahun menderita obesitas dan tidak dapat beraktivitas normal, Titi Wati pasrah dievakuasi ke rumah sakit untuk segera ditangani pihak medis.

Dari pantauan iNews.id, tidak mudah untuk mengevakuasi Titi. Tim evakuasi terpaksa harus menjebol pintu depan rumah kontrakan yang disewa Titi selama ini, sehingga bisa mengeluarkannya dan membawanya ke mobil.

Setelah pintu dibongkar atas persetujuan dari pemilik rumah, 20 orang kemudian mengangkat tubuh Titi yang berbobot 350 kg. Tim bersama-sama mengangkat Titi secara perlahan dan menaikkannya ke mobil bak terbuka.

BACA JUGA:

Evakuasi Wanita Berbobot 350 Kg, Tim RSUD Harus Bongkar Pintu Rumah

Rawat Wanita Berbobot 350 Kg, RSUD Palangkaraya Siapkan Ranjang Besar

Humas RSUD Doris Sylvanus Palangkaraya Theodorus Atmadja yang berada di lokasi mengatakan, sebelum dilakukan tindakan operasi dengan sistem bariatrik atau pemotongan lambung, Titi Wati terlebih dahulu akan menjalani pemeriksaan-pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan tersebut di antaranya, darah, fungsi hati, fungsi ginjal, profil lemak. Kemudian, foto thorax atau rontgen, EKG (elektrokardiogram), ekokardiografi, endoskopi, dan lainnya.

“Jadi, kami hari ini pemantauan dulu karena yang bersangkutan baru mobilisasi dari rumahnya setelah sekian lama sudah tidak bergerak. Selanjutnya pemeriksan-pemeriksaan penunjang yang menjadi persyaratan sebelum melakukan tindakan bariatrik tersebut,” kata Theodorus Atmadja.

RSUD Doris Sylvanus juga telah menyiapkan belasan dokter ahli, termasuk enam di antaranya dokter spesialis berpengalaman yang didatangkan dari Bali untuk menangani Titi.

Sementara Titi Wati berharap agar tindakan operasi yang akan dilakukan tim dokter nantinya dapat mengembalikan tubuhnya yang sudah jauh di atas normal seperti sedia kala. Setelah operasi, dia ingin segera bisa beraktivitas seperti biasanya.


Editor : Maria Christina