Fenomena Langit Merah di Muaro Jambi, Begini Penjelasan BMKG

Antara, Muammar Syarbani ยท Minggu, 22 September 2019 - 17:24 WIB
Fenomena Langit Merah di Muaro Jambi, Begini Penjelasan BMKG

Suasana saat langit terlihat merah di i Desa Puding, Kecamatan Kumpeh Ilir, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, Sabtu (21/9/2019). (Foto: iNews/Muammar Syarbani)

JAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan penyebab langit merah yang terjadi beberapa waktu lalu di Muaro Jambi, Provinsi Jambi karena adanya fenomena hamburan mie atau mie scattering.

Dalam unggahan di laman resmi Instagram BMKG (@infoBMKG), Minggu (22/9/2019), BMKG menjelaskan secara teori fisika atmosfer pada panjang gelombang sinar tampak, langit berwarna merah tersebut karena adanya hamburan sinar matahari oleh partikel yang mengapung di udara yang berukiran kecil yang dinamai aerosol.

Hamburan aerosol di atmosfer yang memiliki ukuran diameter sama dengan panjang gelombang dari sinar tampak matahari yang berukuran 0,7 mikrometer itu lah yang menyebabkan langit di Muaro Jambi terlihat merah.

Berdasarkan data BMKG, konsenterasi debu partikulat polutan berukuran lebih kecil dari 10 mikrometer sangat tinggi di sekitar Jambi, Palembang dan Pekanbaru.

Tetapi hanya langit di Muaro Jambi yang berubah merah, yang menandakan polutan di sana dominan berukuran 0,7 mikrometer atau lebih dengan konsentrasi sangat tinggi.

BACA JUGA: Viral Langit Merah di Muaro Jambi akibat Karhutla, Siang Hari Seperti Malam

Selain itu, BMKG menyebut selain konsentrasi tinggi sebaran partikel juga luas untuk dapat membuat langit menjadi berwarna merah seperti yang terjadi, Sabtu (21/9/2019).

Berdasarkan laporan dari posko pengendalian kebakaran hutan dan lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada pukul 18.00 WIB, Sabtu, terdapat 56 titik panas terdeteksi citra satelit TERRA AQUA (yang dianalisa oleh NASA) di Muaro Jambi, dengan tingkat kepercayaan di atas 80 persen.

Sedangkan hasil analisis LAPAN dari citera satelit TERRA AQUA diketahui terdapat 75 titik panas di Muaro Jambi, dengan tingkat kepercayaan antara 30 sampai lebih kecil sama dengan 79 persen.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK Raffles Brotestes Panjaitan mengatakan, satu provinsi yang menetapkan status tanggap darurat bencana akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yakni Kalimantan Tengah, pada 17-30 September 2019.

BACA JUGA: Kabut Asap Kembali Selimuti Palangkaraya meski Sudah Diguyur Hujan

Sedangkan enam provinsi lainnya, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan menetapkan status Kedaruratan Bencana akibat Kebakaran Hutan dan Lahan, yang ada di antaranya berakhir pada 20 Oktober dan 31 Oktober 2019.

Diketahui, fenomena langit merah menyelimuti Desa Mekar Sari, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, Sabtu (21/9/2019).

Fenomena itu membuat panik warga dan viral setelah videonya diunggal di media sosial oleh netizen.

"Kami turun melihat situasi di sana sekitar pukul 14.00 WIB siang, tapi sudah seperti waktu magrib jam 19.00 WIB malam," ujar Sekretaris Wilayah MPW Pemuda Pancasila (PP) Provinsi Jambi Tofan Junaidi kepada sejumlah wartawan yang turun di kawasan izin konsesi PT BEP dann PBP di Desa Puding, Kecamatan Kumpeh Ilir, Muaro Jambi, Sabtu (21/9/2019).


Editor : Kastolani Marzuki