Fenomena Tanah Terbelah Berbau Belerang di Wewena Masih Misterius

Dion Umbu Ana Lodu ยท Jumat, 07 Desember 2018 - 11:10 WIB
Fenomena Tanah Terbelah Berbau Belerang di Wewena Masih Misterius

Warga meninjau lokasi tanah terbelah di Desa Denduka. (Foto: Istimewa).

WEWENA, iNews.id - Fenomena tanah terbelah dan mengeluarkan asap berbau belerang hingga kini masih terus meresahkan warga Desa Denduka, Kecamatan Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kondisi ini sudah terjadi selama hampir empat bulan terakhir.

Camat Wewena Selatan, Charles Ndapa Tondo mengatakan, asap berbau belerang ini sudah menganggu masyarakat sekitar. Aroma belerang bercampur gas metan tercium hingga radius satu kilometer, bahkan ada warga yang mengungsi karena khawatir berdampak bagi kesehatan mereka.

BACA JUGA: Peneliti: 10 Ordo Tanah Dunia Ada di Indonesia

"Hingga kini memang baru sebatas dua kepala keluarga (KK) yang mengungsi. Terutama warga pemilik lahan kebun yang menjadi di mana fenomena itu terjadi," kata Charles saat dikonfirmasi di Kantor Camat Wewena Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT, Jumat (7/12/2018).

Warga di Wewena Selatan, kata dia, masih bertanya-tanya atas tanah terbelah dan mengeluarkan asap berbau belerang tersebut. Sebab, Pulau Sumba sejak lama diketahui bukanlah pulau layaknya Flores yang dilalui jalur gunung berapi. Mereka menunggu hasil uji lab yang pernah dilakukan.

Sebelumnya, sample tanah, gas dan air di lokasi tersebut telah diambil tim Universitas Nusa Cendana, namun hingga kini belum ada kabar atas hasilnya. Sementara, warga semakin cemas, mereka khawatir areal permukimannya terjadi bencana seperti di Lapindo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Tengah (Jateng).

BACA JUGA: Ratusan Rumah di Boyolali Rusak akibat Angin Kencang dan Tanah Longsor

"Ini tanah terbelah kurang lebih ada 6 meter, dan ada beberapa titik. Pernah saya ke sana juga, tanahnya sangat panas," ujar dia.

Tanah terbelah awalnya viral di media sosial. Warga merekamnya dengan video amatir dan membagikannya rekaman tersebut. Dalam video itu terlihat warga meninjau lokasi di sana, bahkan mencoba memegang tanah yang terbelah itu.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal