Gadis Badui Diperkosa dan Dibunuh di Desa Kanekes, Polres Lebak Periksa 5 Saksi

Sindonews, Rasyid Ridho ยท Sabtu, 31 Agustus 2019 - 20:05 WIB
Gadis Badui Diperkosa dan Dibunuh di Desa Kanekes, Polres Lebak Periksa 5 Saksi

Ilustrasi mayat. (Foto: IST)

LEBAK, iNews.idPolres Lebak telah memeriksa lima saksi terkait kasus dugaan pemerkosaan dan pembunuhan gadis asal Badui berinisial S (13), warga Kampung Karahkal, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. Korban sebelumnya ditemukan tewas di saung ladang kebun dengan luka-luka di sekujur tubuh.

Kapolres Lebak AKBP Dani Arianto mengatakan, kelima saksi yang diperiksa terkait peristiwa yang terjadi pada Jumat (30/8/2019) siang itu, yakni orang tua korban Sarka dan Arni, kakak korban Arsad, dan dua warga Cisimeut Raya.

“Lima orang sudah kami periksa termasuk keluarga korban dan dua warga sekitar,” kata Kapolres Lebak, Sabtu (31/8/2019).

BACA JUGA:

Gadis asal Baduy Luar Tewas Bersimbah Darah, Korban Diduga Diperkosa dan Dibunuh

Selidiki Kematian Gadis Baduy Korban Pemerkosaan, Polisi Kerahkan Anjing Pelacak

Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku pemerkosaan dan pembunuhan terhadap gadis Badui tersebut. Namun, Polres Lebak masih menunggu hasil autopsi di RS dr Drajat Prawiranegara untuk mengetahui penyebab kematiannya. 

“Patut diduga, korban diperkosa terlebih dahulu sebelum dibunuh. Karena di kemaluan korban didapatkan cairan sperma,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan saksi, sekitar pukul 06.30 WIB kedua orang tua korban pergi ke ladang untuk berkebun. Kemudian, korban bersama kakak korban Arsad tinggal di saung yang sudan ditempati selama satu tahun itu di Desa Cisimeut Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak, Banten.

Namun, sekitar pukul 11.00 WIB kakak korban Arsad pamit kepada korban untuk mencari burung sehingga korban sendirian di saung di tengah perkebunan. Selanjutnya, sekitar pukul 16.00 WIB kakak korban pulang ke saung setelah mencari burung. Dia pun kaget melihat adiknya sudah dalam kondisi tergeletak dengan posisi telentang.

“Lokasi gubuk dari jalan naik ke atas sekitar 100 meter. Jarak ke perkampungan memang jauh,” ujarnya.

Saat korban ditemukan di saung kebun, terdapat luka-luka di bagian kepala, luka sobek di wajah, bahu, tangan kiri serta kanan, serta bagian kaki. Korban kemungkinan besar melakukan perlawanan sehingga pelaku membunuh dengan senjata tajam.


Editor : Maria Christina