Gempa 5,0 SR Guncang Lebak, BPBD: Belum Ada Laporan Kerusakan

Antara ยท Jumat, 07 Desember 2018 - 08:11 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Lebak, BPBD: Belum Ada Laporan Kerusakan

Gempa mengguncang Lebak Banten, Jumat (7/12/2018) pagi. (Foto: BMKG)

LEBAK, iNews.id – Gempa bumi berkekuatan 5,0 Skala Richter (SR) mengguncang Kabupaten Lebak, Banten, pada Jumat (7/12/2018) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, gempa yang terjadi pukul 06.43 WIB itu tidak berpotensi tsunami.

"Kami sejauh ini belum menerima laporan adanya kerusakan infrastuktur maupun korban jiwa akibat gempa itu," kata Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Madias, saat dihubungi di Lebak, Jumat (7/12/2018).

Gempa bumi berkekuatan 5,0 SR itu berlokasi di 7,19 Lintang Selatan (LS), 105,83 Bujur Timur (BT), 83 kilometer barat daya Kabupaten Lebak dengan kedalaman 19 kilometer.

" Mag:5.0, 07-Dec-18 06:43:17 WIB, Lok:7.19 LS,105.83 BT (83 km BaratDaya LEBAK-BANTEN), Kedlmn:19 Km, tdk berpotensi tsunami ," tulis BMKG lewat akun twitter resminya @infoBMKG, Jumat (7/12/2018).



Hingga kini, kondisi masyarakat yang tinggal di pesisir selatan Lebak yang lokasinya berdekatan dengan pusat gempa relatif normal. Kemungkinan besar gempa berkekuatan 5,0 magnitudo itu tidak menimbulkan kerusakan infrastuktur.

Saat ini, kegiatan masyarakat di pesisir selatan di antaranya di Kecamatan Wanasalam, Pangarangan, Cihara, Bayah, dan Panggarangan seperti biasa atau normal. "Kami minta masyarakat tetap tenang dan tidak panik adanya gempa itu," kata dia.

Menurut dia, guncangan gempa 5,0 SR itu relatif kecil sehingga tidak menimbulkan kerusakan rumah di permukiman warga, juga infrastuktur maupun korban jiwa. Selain itu, kata dia, gempa tidak berpotensi gelombang tsunami.

BPBD setempat minta masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan untuk meminimalisasi jatuhnya korban bencana. "Kami tetap siaga selama 24 jam guna mengantisipasi terjadi bencana alam, sehingga dapat bergerak cepat untuk melakukan evakuasi penyelamatan korban," katanya.


Editor : Himas Puspito Putra