Gempa 5,7 SR di Poso, Jemaat Dalam Gereja Panik Berhamburan Keluar

Antara ยท Minggu, 24 Maret 2019 - 11:24 WIB
Gempa 5,7 SR di Poso, Jemaat Dalam Gereja Panik Berhamburan Keluar

Ilustrasi gempa. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id – Gempa berkekuatan 5,7 Skala Richter (SR) yang mengguncang kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng), Minggu (24/3/2019) pukul 09.32 Wita, cukup mengganggu jalannya ibadah di sejumlah gereja. Jemaat panik diliputi ketakutan dan berhamburan keluar gedung menyelamatkan diri.

Seorang warga Desa Kuku, kecamatan Pamona Utara, Feri Timparosa mengatakan, saat gempa terjadi umumnya gereja di Poso sedang melaksanakan ibadah Minggu pagi. Usai gempa, ibadah pada akhirnya dilanjutkan di halaman gereja masing-masing.

"Para jemaat langsung panik dan berhamburan ke luar gedung gereja dengan teriak-teriak ketakutan," ujarnya.

BACA JUGA: Gempa 5,7 SR Berpusat di Darat Guncang Poso, Tak Berpotensi Tsunami

Menurutnya, kendati wilayah Poso tidak terdampak gempa bumi di kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala dan Parigi Moutong pada 28 September 2018. Mayoritas warga di daerah itu ikut trauma dengan dampak gempa yang diikuti tsunami dan likuifaksi tersebut.

"Guncangan gempa di Poso memang terasa cukup kuat, bahkan banyak benda dalam rumah warga sempat berjatuhan ke lantai," katanya.

Getaran gempa juga terasa sampai di Kota Palu, meski berjarak sekitar 120 km dari pusat gempa. "Iya, gempanya terasa sampai di sini (Palu)," ucap Gita, seorang warga Palu.

Di Gereja Sidang Jemaat Allah yang berada di Jalan Tanjung Manimbaya, Kota Palu, ratusan jemaat sedang mendengarkan khotbah Pendeta Rafles Loke saat gempa terjadi. Semua jemaat tetap duduk di tempatnya masing-masing, meski satu dua orang terlihat panik dan ingin keluar gedung gereja.

Diketahui, Hasil analisis Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), titik episenter gempa terletak pada koordinat 1,84 Lintang Selatan (LS) dan 120,55 Bujur Timur (BT). Tepatnya berlokasi di darat pada jarak 54 Kilometer (Km) arah barat daya Kota Poso, Sulteng pada kedalaman 10 km.

“Gempa tidak berpotensi tsunami,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam rilis yang dikeluarkan BMKG melalui situs resminya.


Editor : Donald Karouw