Gempa Beruntun di Lombok Rusak 525 Unit Rumah, 3 Tewas dan 156 Terluka

Antara ยท Senin, 18 Maret 2019 - 18:25 WIB
Gempa Beruntun di Lombok Rusak 525 Unit Rumah, 3 Tewas dan 156 Terluka

Sejumlah tim SAR gabungan mengangkat jenazah wisatawan yang tertimpa longsoran batu saat terjadi gempa di air terjun Tiu Kelep, Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Lombok Utara, NTB, Senin (18/3/2019). (ANTARA FOTO/Humas Basarnas NTB/AS)

MATARAM, iNews.id – Ratusan unit bangunan rumah mengalami kerusakan akibat gempa beruntun yang mengguncang Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (17/3/2019). Selain itu, peristiwa ini juga menelan tiga korban jiwa dan menyebabkan 156 lainnya terluka.

"Data sementara ada 525 unit rumah yang mengalami kerusakan, tetapi kami belum klasifikasikan untuk jumlah kategori rusak berat, sedang atau ringan," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB H Muhammad Rum di Mataram, Senin (18/3/2019).

Selain kerusakan rumah warga, gempa dengan kekuatan 5,8 Skala Richter (SR) dan 5,2 SR menyebabkan 119 orang di Kabupaten Lombok Timur dan 37 di Lombok Utara atau total 156 orang luka-luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan.


BACA JUGA:

2 Jenazah Warga Malaysia Korban Gempa Lombok Dipulangkan Hari Ini

Gempa Lombok Timur, BNPB: 32 Rumah Roboh dan 499 Rusak


"Gempa juga menyebabkan tiga orang meninggal dunia. Satu wisatawan lokal dan dua turis asal Malaysia," katanya.

Pemprov NTB telah memfasilitasi pemulangan warga negara Malaysia, baik yang terluka maupun meninggal dunia saat terjadinya longsor di kawasan wisata air terjun Tiu Kelep.

"Untuk keluarga kami siapkan hotel gratis di Mataram, sedangkan pemulangan jenazah dan keluarga difasilitasi Kementerian Pariwisata dari Lombok ke Jakarta menuju Kuala Lumpur menggunakan maskapai Garuda," kata Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Moh Faozal.

Menyusul musibah tersebut, Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta sudah mengirimkan konsulatnya di NTB. Dia mengatakan, saat terjadi gempa wisatawan asal Malaysia berjumlah 27 orang yang tergabung dalam satu grup. Mereka menginap pada hotel yang sama di kawasan wisata Senggigi, Lombok Barat.

"Sebenarnya mereka sudah dua hari berada di Lombok dan rencananya akan pulang hari ini (Senin)," ucapnya.

Saat ini, mereka yang mau pulang akan difasilitasi, begitu pun yang mau perpanjang hingga keesokan hari. “Kepulangannya akan menggunakan Air Asia," katanya.

Menurutnya, dari 27 WNA Malaysia tersebut, dua meninggal dunia atas nama Tai Sieu Kim (56) dan Lim Sai Wah (56). Sementara sembilan orang lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Diketahui, sebelumnya NTB diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan 5,8 SR dan 5,2 SR pada Minggu (17/3/2019) pukul 14.07 WIB atau 15.07 Wita, namun tidak berpotensi tsunami.

Berdasarkan analisa Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan, titik episenter gempa terletak pada koordinat 8,30 lintang selatan (LS) dan 116,60 bujur timur (BT) dengan kedalaman 10 kilometer (Km).

Pusat gempa berada di laut pada jarak 24 Km timur laut Kabupaten Lombok Timur, 36 Km timur laut Kabupaten Lombok Utara, 37 km barat laut Pulau Panjang, Kabupaten Sumbawa dan 63 Km timur laut Kota Mataram.


Editor : Donald Karouw