Gempa Bumi 5,7 SR di Mataram NTB, Ini Penjelasan BMKG

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Kamis, 06 Desember 2018 - 09:32 WIB
Gempa Bumi 5,7 SR di Mataram NTB, Ini Penjelasan BMKG

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id – Gempa bumi tektonik 5,7 skala richter (SR) yang berpusat di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), terasa hingga di sebagian besar wilayah Pulau Lombok dan Bali, Kamis (6/12/2018) pukul 08.02 WIB. Getaran dirasa sangat kuat (skala IV-V MMI) namun dipastikan tidak berpotensi tsunami.

Hasil Badan Meterorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kekuatan gempa itu telah dimutakhirkan menjadi 5,3 SR. Pusat episenter terletak pada koordinat 8,5 lintang selatan (LS) dan 116,06 bujur timur (BT), atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 10 kilometer (Km) arah barat laut Kota Mataram, dengan kedalaman 10 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter, kedalaman hiposenter, dan mekanisme sumbernya, maka gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust).


“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” ujar Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam keterangan tertulisnya, Kamis (6/12/2018).

BACA JUGA: Gempa 5,7 SR Guncang Mataram NTB, Tak Berpotensi Tsunami

Dia menjelaskan, dampak gempa dilaporkan menimbulkan guncangan di daerah Lombok Utara dalam skala intensitas VI MMI, Lombok Barat dan Mataram V MMI, Lombok Tengah dan Lombok Timur IV MMI, Denpasar III-IV MMI, Jimbaran, Tabanan, Nusa Dua dan Sumbawa III MMI, Karangasem, Singaraja dan Kuta II-III MMI.

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut,” katanya.

Hasil pemodelan menunjukkan gempa bumi tidak berpotensi tsunami dan hingga pukul 08.11 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

“Masyarakat kami imbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” ucapnya.


Editor : Donald Karouw