Gempa M6,7 Guncang Melonguane Talaud , BNPB: Tak Ada Korban Jiwa dan Kerusakan

Ilma De Sabrini ยท Senin, 30 September 2019 - 11:21 WIB
Gempa M6,7 Guncang Melonguane Talaud , BNPB: Tak Ada Korban Jiwa dan Kerusakan

Ilustrasi gempa bumi. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.idBadan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan gempa bumi bermagnitudo 6,7 yang mengguncang Melonguane, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara (Sulut), pada Minggu (29/9/2019), pukul 09.02 WIB, tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan. Gempa tersebut juga tidak berpotensi tsunami.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo mengatakan, kepastiann ini diperoleh dari koordinasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikas (BMKG) dan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Talaud Wangkanusa.

“Hasil klarifikasi dari BMKG ke BPBD Pemkab Talaud, gempa kemarin Minggu, 29 September 2019 jam 09.20 WIB di Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara, tidak menyebabkan korban jiwa,” kata Agus Wibowo, Senin (30/9/2019).

BACA JUGA:

Gempa Magnitudo 6,7 Hari Ini Guncang Talaud Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami

Update Gempa Ambon, 2.675 Rumah Rusak, 247.239 Jiwa Mengungsi

Episenter gempa M6,7 tersebut berlokasi di titik koordinat 5,73 Lintang Utara (LU) dan 126,59 Bujur Timur (BT). Pusat gempa berjarak 192 kilometer (km) dari arah Barat Laut Melonguane, Sulut dengan kedalaman 121 km.

Gempa memang terasa kuat sekitar 3-5 detik. Getaran dirasakan oleh warga di Melonguane, Talaud dalam skala intensitas IV, di Tahuna, Sangihe dalam skala intensitas III MMI, II-III di Bitung, III MMI di Siau, dan II MMI di Morotai. “Namun demikian, getaran tidak sampai menyebabkan korban jiwa,” ujar Agus.

Demikian juga gempa yang terjadi pada 29 September 2019, pukul 14.40 WIB. Gempa dengan magnitudo 5,7 dan berkedalaman 73 km tidak dirasakan di Kabupaten Kepulauan Talaud dan tidak berpotensi tsunami.

Agus mengatakan, pantauan BNPB melalui InaSAFE menunjukkan guncangan gempa tidak menimbulkan dampak yang berarti. Melalui aplikasi InaSAFE juga dapat diketahui peta dampak gempa. “Berdasarkan data tersebut terlihat bahwa goncangan yang terjadi mencapai III MMI dengan penduduk terdampak kurang lebih 10.000 orang,” ujarnya.

Kesimpulan dengan melihat parameter pada aplikasi InaSAFE bahwa Gempa Mindanao M 6,7 pada 29 September 2019, pukul 09.02 WIB tidak menimbulkan kerusakan dan korban jiwa.

InaSAFE atau Indonesian Scenario Assessment for Emergencies merupakan aplikasi realtime untuk menghitung dampak gempa secara tepat yang digunakan untuk membantu pengambilan keputusan. Aplikasi yang dikembangkan BNPB dan Australia Indonesia Facility for Disaster Reduction ini dapat diakses melalui link http://realtime.inasafe.org.


Editor : Maria Christina