Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Kota Bitung Sulut, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Aditya Pratama ยท Jumat, 15 November 2019 - 21:45 WIB
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Kota Bitung Sulut, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa bumi Magnitudo 5.0 mengguncang Kota Bitung, Sulut. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. (Foto: ilustrasi)

JAKARTA, iNews.idGempa bumi dengan Magnitudo 5.1 yang dimutakhirkan BMKG menjadi 5.0 mengguncang Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut), Jumat (15/11/2019) pukul 19.52 WIB.

BMKG menyatakan, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempa terletak pada koordinat 1,75 LU dan 126,37 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 136 km arah timur Kota Bitung, pada kedalaman 10 km.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono mengatakan, dengan memerhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya deformasi atau penyesaran dalam Lempeng Laut Maluku.

BACA JUGA: Gempa Magnitudo 5 Kembali Guncang Jailolo Malut, Tidak Berpotensi Tsunami

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (Thrust Fault),” katanya dalam keterangan tertulisnya. 

Dia menjelaskan, guncangan gempa ini dirasakan di daerah Tondano, Tomohon, Minahasa Tenggara, Bitung, Minahasa Utara, Manado dengan skala II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. “Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” ucapnya.

Menurut Rahmat Triyono, hasil monitoring BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini adalah rangkaian gempa susulan dari gempa Maluku Utara Magnitudo 7,1 yang terjadi, Kamis (14/11/2019) pukul 23.17 WIB.

BACA JUGA: Gempa Sulut Magnitudo 7,1, Warga Ngungsi ke Tempat Tinggi Hindari Tsunami

Terkait gempa tersebut, kata dia, masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki