Gempa Mataram Picu Kepanikan, Sekolah Pulangkan Para Siswa

Antara, Isna Rifka Sri Rahayu ยท Kamis, 06 Desember 2018 - 10:47 WIB
Gempa Mataram Picu Kepanikan, Sekolah Pulangkan Para Siswa

Ilustrasi simulasi gempa. (Foto: Koran SINDO)

MATARAM, iNews.id – Sejumlah sekolah di Kota Mataram dan sekitarnya dipulangkan lebih awal akibat gempa bumi yang melanda Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) berkekuatan 5,7 Skala Richter (SR) dan telah dimutakhirkan menjadi 5,3 SR, Kamis (6/12/2018) pukul 08.02 WIB.

Posko BNPB telah mengkonfirmasi dampak gempa. Guncangan gempa dirasakan kuat selama 5 detik di Kota Mataram. Masyarakat panik dan keluar dari rumah maupun bangunan Anak-anak SD sebagian dipulangkan.

"Kebijakan ini kami ambil untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dan antisipasi gempa susulan," kata M Amin salah seorang guru di SDN 25 Mataram.

Amin mengatakan, saat gempa terjadi anak-anak sedang berada di dalam ruangan dan mengerjakan soal ulangan semester ganjil. Begitu terjadi gempa anak-anak dan guru langsung berhamburan keluar ruangan menuju lapangan sekolah.

"Banyak anak-anak yang menangis juga karena masih trauma kejadian gempa Agustus lalu," ujarnya.


BACA JUGA:

Gempa Mataram NTB Terasa di Nusa Dua, Peserta Aifed 2018 Tetap Tenang

Gempa Bumi 5,7 SR di Mataram NTB, Ini Penjelasan BMKG


Menurutnya, saat memberikan kebijakan pulang lebih awal, para siswa tidak dibiarkan pulang begitu saja, melainkan diminta untuk menunggu jemputan dari orang tua masing-masing. Setelah dipastikan sudah ada yang menjemput, barulah siswa diperbolehkan pulang.

"Hal ini kami berlakukan untuk memberikan jaminan keamanan dan keselamatan kepada anak-anak," ucapnya.

Dari hasil pantauan, rata-rata kondisi serupa terjadi di semua tingkatan sekolah yang ada di Kota Mataram, mulai dari tingkat TK/SD/SMP maupun SMA/SMK sederajat. Bahkan di perguruan tinggi sekali pun, salah satunya di Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, yang mahasiswanya juga pada lari berhamburan keluar menuju titik kumpul evakuasi.

Hasil analisa BMKG, gempa tektonik ini berpusat di 23 kilometer (Km) barat laut Mataram, tepatnya pada 8,37 Lintang Selatan (LS) dan 116,06 Bujur Timur (BT), pada kedalaman 10 Km, serta tidak berpotensi tsunami.

Di Kabupaten Lombok, gempa terasa kuat sekitar 4-5 detik. Masyarakat panik dan keluar dari kantor maupun bangunan. Di Denpasar, Bali, gempa dirasakan sedang. Sebagian masyarakat keluar dari rumah dan bangunan.

Dampak gempa dilaporkan menimbulkan guncangan di daerah Lombok Utara dalam skala intensitas VI MMI, Lombok Barat dan Mataram V MMI, Lombok Tengah dan Lombok Timur IV MMI, Denpasar III-IV MMI, Jimbaran, Tabanan, Nusa Dua dan Sumbawa III MMI, Karangasem, Singaraja dan Kuta II-III MMI.

“Belum ada laporan korban jiwa dan kerusakan bangunan. Tim Reaksi Cepat BPBD saat ini masih mengumpulkan informasi mengenai dampak gempa,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.


Editor : Donald Karouw