Gempa Susulan 5,2 SR Putuskan Jalan Utama di Sigi, 2 Desa Terisolasi

Antara ยท Selasa, 09 Oktober 2018 - 20:53 WIB
Gempa Susulan 5,2 SR Putuskan Jalan Utama di Sigi, 2 Desa Terisolasi

Warga berdiri di jalan batas kampung yang hilang terseret liquifaksi atau pencairan tanah akibat gempa bumi di Desa Jono Oge, Sigi, Sulawesi Tengah, Senin (8/10/2018). (Foto: Antara)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

PALU, iNews.id- Jalan utama menuju Desa Lolu dan Desa Jono Oge di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) rusak parah dan beberapa ruas terputus setelah kembali diguncang gempa berkekuatan 5,2 Skala Richter (SR), Selasa (9/10/2018) pukul 04.15 WIB atau 05.15 WITA.

Retakan lebih lebar dan panjang terlihat sangat jelas mulai lepas dari Jalan Dewi Sartika, Kota Palu menuju sepanjang Jalan Raya Palu-Palolo ke arah Kabupaten Sigi. Di tepian jalan, banyak tiang listrik roboh, alhasil pengendara yang melintas perlu ekstra waspada saat melintas agar tidak tersangkut hingga tergelincir.

Jalan utama menuju Desa Lolu dan Desa Jono Oge juga terputus untuk kendaraan roda empat, khususnya lepas 500 meter dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) Pertamina yang terletak di Jalan Lasoso, Desa Jono, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi.

Sebelum gempa 5,2 SR mengguncang Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan wilayah sekitarnya, akses utama Jalan Lasoso masih dapat dilintasi para sepeda motor dan mobil. Kini, banyak pengendara roda empat yang harus memutar dan mencari jalan alternatif menuju Desa Jono Oge dan Desa Lolu.

Untuk menghindari kecelakaan lalu lintas, beberapa warga yang tengah mengungsi di halaman rumahnya di sepanjang Jalan Lasoso tampak berinisiatif memasang tongkat dan lembaran seng di celah patahan dan retakan jalan.

BACA JUGA: Palu Diguncang Gempa 5,2 SR Pagi Ini, Warga Berhamburan Keluar

Adanya lembaran seng, daun pintu, dan tongkat kayu yang diletakkan di tengah jalan membuat para pelintas dapat mengantisipasi patahan di badan jalan. Namun, pengendara roda dua dan pejalan kaki yang ingin menuju ke Desa Lolu dan Desa Jono Oge masih dapat melintas di Jalan Lasoso.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan pusat gempa 5,2 SR berada pada lima kilometer di timur laut Kota Palu dengan titik koordinat 0.89 LS - 119.93 BT.

Gempa berkedalaman 10 kilometer dari atas daratan Palu itu, dilaporkan BMKG, tidak berpotensi tsunami. Meski guncangan cukup terasa, Iwan (37), pengungsi asal Desa Lolu yang tinggal sementara di Lapangan Karapan Sapi di Kecamatan Sigi Biromaru mengaku tidak begitu cemas. "Saya sudah merasakan yang lebih besar, lagipula kami sudah di tenda," ucap Iwan saat ditemui di posko pengungsi, Sigi.


Editor : Kastolani Marzuki