Gempa Tak Berpotensi Tsunami, BMKG Imbau Warga Tak Terpengaruh Hoaks

Donald Karouw ยท Selasa, 22 Januari 2019 - 08:33 WIB
Gempa Tak Berpotensi Tsunami, BMKG Imbau Warga Tak Terpengaruh Hoaks

Ilustrasi pemantauan tim BMKG. (Foto: Istimewa).

KUPANG, iNews.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengklaim gempa yang terjadi di Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak berpotensi tsunami.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono mengatakan, gempa terjadi pukul 07.59 WITA di wilayah samudera hindia selatan Bali-Nusa Tenggara.

"Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempa ini berkekuatan 6,2 Skala Richter (SR), namun dalam pemutakhiran menjadi 6,0 SR," kata Rahmat dalam keterangan yang diterima iNews.id di Kota Kupang, NTT, Selasa (22/1/2019).

BACA JUGA: Gempa 6,2 SR Guncang Sumba Barat Daya NTT

Episenter gempa terletak pada koordinat 10,4 LS dan 119,06 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 92 kilometer arah barat daya Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT, pada kedalaman 47 kilometer.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng indo-australia ke eurasia.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi di wilayah sumba barat ini dibangkitkan oleh sesar naik (thrust fault)," ujar dia.

BACA JUGA: Gunung Agung Erupsi, Muntahkan Abu Setinggi 2.000 Meter

Berdasarkan laporan masyarakat, gempa bumi ini dirasakan di daerah Tambolaka dengan kekuatan IV-V MMI. Sedangkan di Waingapu, Sumbawa dan Bima sebesar III MMI. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami," kata Rahmat.

BACA JUGA: Wilayah NTT Rawan Gempa dan Tsunami, BMKG Siapkan Alat Peringatan Dini

Hingga pukul 08.26 WITA, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya dua kali aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan kekuatan 5,2 RS dan 3,2 SR. Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi," ujar dia.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal