Gubernur Sulteng Setujui Penambahan Bantuan Beras untuk Korban Gempa

Aditya Pratama ยท Kamis, 11 Oktober 2018 - 17:24 WIB
Gubernur Sulteng Setujui Penambahan Bantuan Beras untuk Korban Gempa

Warga korban gempa dan tsunami antre mendapatkan bantuan bahan makanan di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (9/10/2018). (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar rapat koordinasi bersama kepala daerah dan Kementerian atau Lembaga terkait. Rapat yang dipimpin langsung oleh Gubernur Sulteng, Longki Janggola itu membahas beberapa hal terkait rehabilitasi pascagempa.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyebut, selain membahas perpanjangan masa tanggap darurat, dalam rapat koordinasi itu juga dibahas mengenai tambahan bantuan beras untuk para korban bencana gempa dan tsunami.

"Gubernur Sulawesi Tengah telah menandatangi tambahan beras untuk Provinsi Sulawesi Tengah 200 ton, Kota Palu 100 ton dan Donggala 100 ton," ujarnya di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (11/10/2018).

BACA JUGA: 

Masa Tanggap Darurat Bencana Sulawesi Tengah Diperpanjang 14 Hari

Sore Ini, Evakuasi Korban Gempa dan Tsunami Sulteng Diakhiri


Sutopo mengatakan, selama 14 hari setelah terjadi bencana, para pengungsi saat ini telah menyampaikan beragam keluhan-keluhan masalah penyakit yang dirasakan selama menjalani pengungsian.

"Pengungsi sudah mengeluhkan diare, ispa dan lainnya, sehingga pelayanan medis kepada pengungsi harus terus dilakukan demikian juga penyediaan sanitasi air bersih dan sebagainya juga terus ditingkatkan," ucapnya.

Sebelumnya, masa tanggap darurat penanganan bencana gempa dan tsunami di Sulteng diperpanjang selama 14 hari. Keputusan itu berdasarkan pertimbangan masih banyaknya kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana di pengungsian.

“Pertimbangannya masih banyak masalah yang harus diselesaikan di lapangan, seperti pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, penanganan medis, pembersihan puing, dan lain-lain. Untuk itu masa tanggap darurat diperpanjang 14 hari ke depan, dari 13-26 Oktober 2018,” kata Sutopo.


Editor : Himas Puspito Putra