Gunung Anak Krakatau Alami 24 Kegempaan Letusan hingga Sabtu Siang

Antara ยท Sabtu, 05 Januari 2019 - 16:55 WIB
Gunung Anak Krakatau Alami 24 Kegempaan Letusan hingga Sabtu Siang

Erupsi Gunung Anak Krakatau terlihat dari KRI Torani 860 saat berlayar di Selat Sunda, Lampung, Selasa (1/1/2019). PVMBG menyatakan Gunung Anak Krakatau masih di level III (Siaga). (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

BANDARLAMPUNG, iNews.idGunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, mengalami 24 kali kegempaan letusan hingga Sabtu siang (5/1/2019). Selain itu, Anak Krakatau mengalami empat kali kegempaan embusan dan terjadi tremor terus-menerus.

Hal ini sesuai dengan laporan dari Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Staf Kementerian ESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Windi Cahya Untung memaparkan, pukul 06.00 sampai dengan 12.00 WIB, Gunung Anak Krakatau tercatat mengalami kegempaan letusan sebanyak 24 kali dengan amplitudo 18-25 mm dan durasi 52-114 detik.

“Kemudian, embusan empat kali, amplitudo 18-22 mm dan durasi 46-110 detik. Gunung Anak Krakatau mengalami tremor menerus dengan amplitudo 2-17 mm,” paparnya dalam keterangan tertulis.

BACA JUGA:

Peralatan Pantau Gunung Anak Krakatau Rusak

Warga Tanjung Lesung Bergiliran Pantau Letusan Gunung Anak Krakatau

Data dari Stasiun Sertung di Selat Sunda, dekat dengan Gunung Anak Krakatau itu memaparkan, sepanjang pengamatan menunjukkan cuaca cerah. Angin bertiup lemah ke arah barat daya-timur laut. Suhu udara 28-31 derajat Celsius dan kelembapan udara 56-70 persen.

Visual gunung jelas hingga kabut 0-III. Asap kawah teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tebal dan tinggi 300-1.500 meter di atas puncak kawah. Tidak terdengar suara dentuman dan ombak laut tenang.

“Kesimpulannya, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau Level III (Siaga), sehingga direkomendasikan masyarakat, wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 5 km dari kawah,” paparnya.

PVMBG sebelumnya juga menyampaikan laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau sepanjang Jumat (4/1/2019) hingga Sabtu dini hari mengalami 82 kali kegempaan letusan dengan amplitudo 10-35 mm, durasi 29-187 detik. Embusan 36 kali dengan amplitudo 6-22 mm, durasi 35-105 detik. Kemudian, vulkanik dalam satu kali dengan amplitudo 17 mm, S-P 1,6 detik, dan durasi 11 detik. Anak Krakatau juga mengalami tremor menerus dengan amplitudo 1-21 mm.

Ketinggian gunung api di dalam laut itu kini menyusut dari semula 338 meter dari permukaan laut (mdpl) menjadi 110 mdpl karena sebagian tubuhnya longsor ke laut sehingga diduga memicu tsunami Selat Sunda pada Sabtu (22/12/2018) akhir pekan lalu.


Editor : Maria Christina