Gunung Kerinci Erupsi, Semburkan Kolom Abu Setinggi 800 Meter

Antara ยท Rabu, 31 Juli 2019 - 16:51 WIB
Gunung Kerinci Erupsi, Semburkan Kolom Abu Setinggi 800 Meter

Gunung Kerinci mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu teramati 800 meter di atas puncak, Rabu (31/9/2019) siang. (Foto: iNews/Fahrurozi)

JAMBI, iNews.id - Gunung Kerinci erupsi dengan menyemburkan abu setinggi 800 meter, Rabu (31/7/2019) pukul 12.48 WIB. Gunung api dengan ketinggian 3.805 mdpl ini berlokasi di Kabupaten Kerinci, tepatnya perbatasan Provinsi Jambi dan Sumatera Barat.

"Ya, benar Gunung Kerinci erupsi dengan tinggi kolom abu 800 meter, namun itu fenomena yang biasa terjadi dan masyarakat tidak boleh terpengaruh isu-isu yang tidak jelas sumbernya," ujar Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM Hendra Gunawan.

Dalam laman resmi PVMBG Badan Geologi menyebutkan, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang condong ke arah timur laut dan timur. Saat ini gunung api tertinggi di Pulau Sumatera tersebut berada pada Status Level II atau Waspada.

PVMBG mengeluarkan rekomendasi agar masyarakat di sekitar Gunung Kerinci dan pengunjung tidak diperbolehkan mendaki kawah yang ada di puncak gunung api itu di dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.

Selain itu merekomendasikan jalur penerbangan agar menghindari sekitar Gunung Kerinci karena sewaktu-waktu masih memiliki potensi letusan abu dengan ketinggian yang dapat mengganggu jalur penerbangan.

"Rekomendasi kami, masyarakat jangan mendekat dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif di puncak Kerinci. Karena gunung ini tinggi maka kami merekmomendasikan agar penerbangan menghindari jalur di sana untuk menghindari abu," kata Hendra.

Menurutnya, status Gunung Kerinci tetap level II atau waspada. Status itu bertahan sejak September 2019.

"Karakter Gunung Kerinci memang setiap tahun selalu ada erupsi, seperti yang terjadi baru-baru ini. Asalkan tidak masuk radius tiga kilometer maka itu zona aman. Masyarakat tetap tenang dan tetap beraktifitas, namun juga berkoordinasi dengan petugas Posko PGA atau BPBD di sana," tuturnya.


Editor : Donald Karouw