Guru SMP di Jambi Cabuli 23 Siswa Laki-Laki, yang Menolak Diancam Nilai Jelek

Budi Utomo ยท Selasa, 17 September 2019 - 18:28 WIB
Guru SMP di Jambi Cabuli 23 Siswa Laki-Laki, yang Menolak Diancam Nilai Jelek

Guru pelaku pencabulan murid-muridnya diamankan di Mapolres Tebo, Kabupaten Tebo, Jambi, Selasa (17/9/2019). (Foto: iNews/Budi Utomo)

TEBO, iNews.id – Seorang guru honorer SMP di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, Firmandes (38), tega mencabuli murid-muridnya. Modus pelaku dengan mengancam memberikan nilai jelek jika tidak memenuhi permintaannya. Aksi bejat pelaku telah berlangsung sejak 2012 dan korbannya sudah mencapai 23 orang.

Pelaku mencabuli para korban yang seluruhnya laki-laki dengan melakukan oral terhadap mereka. Selain itu, guru Pramuka itu juga memaksa para murid untuk memasukkan alat kelamin ke duburnya. Bahkan, pelaku sering mencabuli dua muridnya sekaligus.

Perbuatan bejat pelaku terungkap setelah salah satu korban berinisial SGM merasa tidak senang dengan perbuatan gurunya. Korban lalu menceritakan kejadian yang dialami kepada orang tuanya.

BACA JUGA:

Oknum Pengajar Pesantren di Karawang Tega Cabuli 3 Muridnya

Polisi Tangkap Guru Olahraga SD di Batam karena Cabuli 6 Siswinya

Mendengar cerita anaknya, orang tua korban yang syok langsung membuat laporan ke Polsek Muara Tabir. Anggota Polsek Muara Tabir dan Polres Tebo kemudian menangkap pelaku dari rumahnya di Jalan Sadat RT 09 Desa Bangun Seranten, Kecamatan Muara Tabir, Kabupaten Tebo, Jambi, pada Sabtu (14/9/2019) lalu.

Kasat Reskrim Polres Tebo AKP Muhammad Ridho Syawaluddin Taufan mengatakan, dari pemeriksaan, pelaku melakukan perbuatan biadabnya saat sang istri mengajar di sekolah atau tidak di rumah. Dia mengajak murid-murid ke rumahnya. Pelaku juga meminta anaknya bermain di luar.

Setelah di rumah, pelaku kemudian mengajak korban masuk ke kamar. Di kamar, pelaku kemudian mencabuli muridnya.

“Modusnya, dia mengiming-imingi untuk nilai Pramuka. Pelaku menjanjikan memberi nilai yang bagus jika siswanya mau dicabuli. Pelaku melakukan oral terhadap siswanya dan meminta para korban memasukkan kemaluan ke lubang anusnya,” kata Ridho di Mapolres Tebo, Selasa (17/9/2019).

Ridho mengatakan, perbuatan pelaku sudah berlangsung sejak 2012 lalu dan hingga tahun ini. Selama itu pula, pelaku sudah mencabuli 23 muridnya. Saat ini, korban ada yang masih duduk di bangku SMP dan juga sudah kuliah.

“Jadi perbuatan ini sudah terjadi dari tahun 2012 sampai 2019 ini. Korban selama tujuh tahun ini 23 orang,” katanya.

Saat ini para korban Polres Tebo bekerja sama dengan TP2A Dinas Sosial Kabupaten Tebo, Jambi, untuk pemulihan para korban. Para korban akan menjalani konseling atas trauma pencabulan yang mereka alami.

Sementara pelaku Firmandes mengatakan, tega melakukan perbuatan bejatnya kepada 23 siswanya karena dirinya homoseksual. Perbuatan itu selali dia lakukan di luar sekolah.

“Saya memang kelainan, homoseksual, suka sesama jenis. Dulu juga saya sering melakukannya dengan teman-teman kos,” kata Firmandes.

Atas perbuatannya, pelaku Firmandes akan dijerat dengan pasal 82 ayat (1) dan ayat (2) jo Pasal 76 e Undang-Undang (UU) RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan PP Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU. Pelaku diancam dengan hukuman penjara paling lama 20 tahun penjara.


Editor : Maria Christina