Harga Kopra Anjlok, Petani Boikot Jalan Trans Tobelo-Galela

Antara ยท Rabu, 21 November 2018 - 10:20 WIB
Harga Kopra Anjlok, Petani Boikot Jalan Trans Tobelo-Galela

Ilustrasi demo petani. (Foto: Dok/iNews.id)

TERNATE, iNews.id – Para petani yang tergabung dalam Pergerakan Petani Kopra (PPK) Tarakani di seluruh wilayah Galela, Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Provinsi Maluku Utara (Malut), memboikot Jalan Trans Tobelo-Galela. Aksi itu untuk memprotes harga kopra yang anjlok di daerah itu selama 10 bulan terakhir.

Koordinator petani, Evan memaparkan, sudah hampir satu tahun para petani menderita. Bahkan, anak-anak mereka yang kuliah di luar daerah pun terpaksa kembali karena kurangnya biaya pendidikan. “Makanya kami terpaksa melakukan aksi ini karena pemerintah hanya berpangku tangan melihat kesengsaraan rakyatnya,” kata Evan di Halut, Rabu (21/11/2018).

Petani memalang akses satu-satunya penghubung antara Tobelo – Galela, tepatnya di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, menggunakan ratusan batang kelapa, buah kelapa, serta batang pisang. Akibatnya, para pengendara tidak bisa melintas. Aksi pemalangan jalan juga membuat para aparatur sipil negara (ASN) asal Galela tidak bisa berkantor.

BACA JUGA:

Unjuk Rasa Petani Hutan Indramayu Telan Korban Jiwa, 1 Pendemo Tewas

Ribuan Petani KJA Waduk Jatiluhur Desak SK Penertiban Kolam Dicabut

Menurut Evan, harga kopra sudah 10 bulan anjlok. Selama itu pula, pemerintah dinilai sudah punya cukup waktu untuk mencari solusi. Pemerintah semestinya tidak menunggu hingga masyarakat melakukan aksi protes, baru rapat dan membentuk tim kajian untuk membahas solusi kenaikan harga kopra.

“Peran pemerintah sangat lemah dalam mengatur serta mencari solusi atas anjloknya harga kopra sebagai komoditas unggulan daerah ini. Harga yang anjlok ini mencekik para petani kelapa,” katanya.

Sementara Sekda Kabupaten Halut Fredy Tjandua ketika dikonfirmasi mengatakan, langkah pemerintah daerah saat ini tengah melakukan kajian serta mencari solusi jangka pendek. Namun, mereka masih harus melihat subfaktor penyebab anjloknya harga kopra yang saat ini sangat memprihatinkan.

“Pemda tidak akan diam saja menanggapi persoalan rakyatnya. Yang jelas, kami akan berupaya maksimal untuk mencari solusi jangka pendeknya dulu hingga solusi jangka panjang yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani,” katanya.

Untuk diketahui, saat ini harga kopra di Kecamatan Tobelo, Halut, bervariasi dari Rp2.200 - Rp3.000 per kilogram (kg). Sebelumnya Rp7.000 – Rp9.000 per kg.


Editor : Maria Christina