Hari Terakhir Pencarian Korban Gempa Akan Ditutup dengan Doa Bersama

Ilma De Sabrini, Iman Jaya Lase ยท Rabu, 10 Oktober 2018 - 18:22 WIB
Hari Terakhir Pencarian Korban Gempa Akan Ditutup dengan Doa Bersama

Kondisi kerusakan yang terjadi saat gempa dan tsunami di Palu, Sulteng. (Foto: AFP)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

JAKARTA, iNews.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan masa status tanggap darurat gempa dan tsunami Sulawesi Tengah (Sulteng) akan berakhir pada hari ke-14, Kamis (11/10/2018). Evakuasi dan pencarian korban akan dihentikan namun bantuan terhadap para pengungsi masih tetap berjalan.

Rencananya, penghentian pencarian korban tersebut akan ditutup secara resmi oleh Gubernur Sulteng Longki Djanggola dan rangkaina dengan kegiatan doa bersama di tiga wilayah yang terdampak likuifaksi, yakni Petobo, Jono Oge dan Balaroa.

"Para korban selamat akan melaksanakan doa bersama. Mendoakan masyarakat, keluarga, dan kerabatnya yang korban gempa. Kalau melihat rencananya, akan digelar di Petobo, Balaroa dan Jono Oge. Jamnya belum tahu, " kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (10/10/2018).


BACA JUGA:

BNPB: Masa Tanggap Darurat Bencana di Sulteng Kemungkinan Diperpanjang

UPDATE BNPB: Korban Tewas Gempa Sulteng Capai 2.045 Jiwa


Sutopo menuturkan, tiga lokasi terdampak likuifaksi rencananya akan dijadikan ruang terbuka hijau (RTH) dan memorial park. Selain itu, monumen juga akan dibangun di sana sebagai pengingat kejadian tersebut.

"Jadi pada masa rehab-rekon di tempat tadi akan dihadikan ruang terbuka hijau, menjadi memorial park dan akan dibangun monumen," ujarnya.

Kendati pencarian korban dihentikan, Sutopo tetap memperbolehkan relawan atau masyarakat yang masih ingin mencari jenazah korban lainnya. "Ya diperbolehkan nanti bila ada jenazah yang ditemukan tetap didata," ucapnya.

Diketahui, jumlah korban jiwa bencana gempa dan tsunami di Kabupaten Donggala dan Kota Palu, Sulteng, terus bertambah. Hingga Rabu (10/10/2018) pukul 13.00 WIB, BNPB mencatat, korban meninggal mencapai 2.045 jiwa. Sementara, korban luka tercatat sebanyak 10.679 orang. Perinciannya, korban luka berat sebanyak 2.549 orang dan luka ringan 8.130 orang. Selain itu, ada 671 orang yang dilaporkan hilang dalam bencana alam tersebut.


Editor : Donald Karouw