Hasil Autopsi Ayah dan Anak Korban Pembunuhan di Serang, Beberapa Tulang Patah

Wimsalim ยท Rabu, 14 Agustus 2019 - 11:43 WIB
Hasil Autopsi Ayah dan Anak Korban Pembunuhan di Serang, Beberapa Tulang Patah

Kasat Reskrim Polres Serang Kota AKP Ivan Adhitira menjelaskan perkembangan kasus pembunuhan di Kampung Gegeneng, Desa Sukadalam, Kabupaten Serang, Banten. (Foto: iNews/Wimsalim)

CILEGON, iNews.id – Hasil autopsi ayah dan anak korban pembunuhan sadis di Kampung Gegeneng, Desa Sukadalam, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, pada Selasa pagi (13/8/2019), menunjukkan beberapa tulang kedua korban patah. Korban Rustadi (33) dan putranya Al (4), diduga tewas karena hantaman benda tumpul.

Kasat Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Serang Kota AKP Ivan Adhitira mengungkapkan, pihaknya menerima hasil autopsi dari dokter forensik pada Selasa malam, pukul 21.00 WIB. Dokter menemukan beberapa tulang patah di bagian tubuh kedua korban, baik di bagian kepala, leher, rongga badan dada, dan tangan.

“Penyebab kematiannya memang berasal dari tulang rusuk yang patah. Dari hasil analisa dokter forensik, penyebabnya dari benda tumpul. Anaknya juga ada retak di bagian tulang tengkorak kepala. Hasil analisa dokter forensik, itu juga karena benda tumpul,” kata Ivan, Selasa malam (13/8/2019).

BACA JUGA:

Sekeluarga di Serang Ditemukan Bersimbah Darah, Ayah dan Anak Tewas, Ibu Kritis

Korban Selamat Pembunuhan di Serang Sebut Pelaku 2 Orang Pakai Topeng

Dari hasil autopsi ini, Polres Serang Kota masih terus mengembangkan kasus pembunuhan sekeluarga tersebut dan memburu pelaku pembunuhan. Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi.

“Perkembangan pelaku masih kami dalami. Ada beberapa orang yang kami mintai keterangan untuk mengarah sebuah cerita yang sudah kami kantongi,” katanya.

Namun, polisi tidak menemukan alat bukti benda tumpul yang diduga digunakan pelaku untuk membantai satu keluarga tersebut.

“Untuk senjata apa pun yang digunakan pelaku belum kami temukan. Sejauh ini, alat bukti yang kami amankan masih yang kami temui di TKP, yaitu sprei berlumuran darah, bantal yang dipeluk oleh korban dan identitas dari keluarga tersebut,” katanya.


BACA JUGA: Ayah dan Anak Korban Pembunuhan Sadis di Serang Dimakamkan di Satu Liang Lahat


Polisi juga belum bisa meminta keterangan dari istri Rustadi, Siti Sadiyah (24), yang selamat dari kejadian itu. Saat ini Siti masih mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilegon, setelah melewati masa kritis.

“Alhamdulillah untuk korban Siti, masa kritis sudah dilewati. Sekarang masih recovery, sedang istirahat, jadi belum bisa kami mintai keterangan. Untuk Siti kami lakukan penjagaan melalui anggota Reskrim yang piket 1 kali 24 jam, secara melekat di sana,” kata Ivan.

Diketahui, sekeluarga ditemukan tergeletak bersimbah darah di rumahnya, Kampung Gegeneng, Desa Sukadalam, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, yang terjadi pada Selasa pagi (13/8/2019). Pasangan suami istri, Rustadi (33) dan Siti Sadiyah (24), bersama putra mereka Al (4), itu pertama kali ditemukan warga bernama Asgari, yang juga teman almarhum Rustadi.

Awalnya dia datang ke rumah korban untuk mengambil peralatan bangunan yang disimpan di rumah almarhum pada Selasa pagi. Namun, saat dia memanggil, tidak ada jawaban. Saat masuk ke rumah, saksi pun kaget menemukan ketiganya sudah terkapar tidak berdaya. Setelah dipastikan, Rustadi dan putranya tewas, sedangkan istrinya kritis.


Editor : Maria Christina