Hina Presiden Jokowi di Medsos, Remaja di Mataram NTB Ditahan

M. Awaluddin ยท Senin, 21 Januari 2019 - 22:35 WIB
Hina Presiden Jokowi di Medsos, Remaja di Mataram NTB Ditahan

Tersangka ujaran kebencian Imran Sasmi digiring petugas ke ruang tahanan Polres Mataram, NTB. (Foto: iNews.id/M Awaluddin)

MATARAM, iNews.id - Berhati-hati dan bijaksanalah dalam mengunggah postingan di media sosial (medsos). Jika tidak, penjara menanti. Seperti dialami Imran Sasmi alias Imran Kumis (19), warga Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dia ditangkap tim Resmob Polres Mataram karena dituduh telah menghina Presiden Jokowi di akun Facebook-nya, Sabtu (19/1/2019). Remaja yang baru lulus SMA 2018 lalu itu kini sudah ditetapkan tersangka dan terancam hukuman enam tahun penjara.

Tak hanya mengumbar ujaran kebencian di medsos, tersangka juga menantang warganet sambil mengacung-acungkan golok untuk berduel dengannya.

Kapolres Mataram, AKBP Saeful Alam mengatakan, tersangka mengunggah konten-konten di akun Facebook-nya yang mengundang kemarahan warganet. “Tersangka juga mengunggah muatan yang menyinggung suatu agama,” katanya, Senin (21/1/2019).

BACA JUGA:

Aktif Sebar Ujaran Kebencian di Facebook, Penjual Ban Bekas Ditangkap

Sebar Ujaran Kebencian, Pengurus PKS Ditangkap Polda Kalteng

Selain menahan tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya dua buah parang, satu unit smartphone putih, kaus pink, dan kartu identitas.



Menurut Kapolres, perbuatan tersangka melanggar Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang ITE dengan ancaman hukuman pidana enam tahun penjara.

Kepada petugas, tersangka mengaku sengaja mengunggah ujaran kebencian di medsos karena benci kepada Jokowi. “Itu keinginan sendiri, alasanya benci saja, Pak,” ujarnya.

Meski demikian, tersangka mengaku menyesali perbuatannya. “Ya, sekarang saya menyesal,” ucapnya.


Editor : Kastolani Marzuki