Hujan Lebat Guyur Palangkaraya, Warga Bersuka Cita Kabut Asap Mulai Hilang

Ade Sata, Antara ยท Jumat, 20 September 2019 - 19:22 WIB
Hujan Lebat Guyur Palangkaraya, Warga Bersuka Cita Kabut Asap Mulai Hilang

Hujan lebat mengguyur Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Jumat (20/9/2019). (Foto: iNews.id/Ade Sata)

PALANGKARAYA, iNews.idHujan lebat mengguyur sejumlah wilayah di Kota Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah, Jumat (20/9/2019) sore.

Turunnya hujan tersebut disambut rasa syukur dan suka cita warga karena bisa mengurangi kabut asap dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Berdasarkan pantauan di lapangan, hujan yang mengguyur Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah tersebut merata ke sejumlah wilayah di daerah itu.

Bahkan durasi hujan yang turun dengan intensitas rendah itu kurang lebih satu jam. Dengan turunnya hujan tersebut, kondisi jalanan yang berdebu lumayan menghilang, namun mengeluarkan aroma menyengat akibat lahan terbakar.

BACA JUGA: Kabut Asap Makin Pekat di Palangkaraya, Siswa Tetap Sekolah meski Sesak Napas

Air yang mengalir di atap rumah juga berwarna kuning, diduga lantaran hinggapan debu dari Karhutla yang terjadi di wilayah setempat.

“Alhamdulillah hujan turun cukup lebat sehingga bisa membasahi sejumlah wilayah di daerah kita yang sedang dilanda kekeringan," kata Adel Army, warga Jalan Diponegoro Kota Palangkaraya.

Dia berharap dengan turunnya hujan di sejumlah wilayah kota, kebakaran lahan dan hutan serta debu-debu jalanan hilang, karena hampir sebulan lebih daerah tersebut tidak pernah turun hujan.

“Sebagai masyarakat sangat berharap hujan seperti ini bisa turun beberapa kali, sehingga kabut asap pekat di daerah itu bisa selesai," ucapnya.

Warga Jalan Jati, Norman mengaku sangat bersyukur dengan turunnya hujan di wilayahnya. Sebab aktivitas warga selama ini sangat terganggu akibat kabut asap.

“Selama kemarau dan adanya bencana kabut asap pekat di kota kita ini, banyak aktivitas di luar rumah yang harus kami batasi seperti bermain sepak bola, santai di luar rumah serta hal lainnya," kata dia.


Editor : Kastolani Marzuki