Hujan Lebat, Kabut Asap akibat Karhutla di Riau Mulai Hilang

Antara ยท Selasa, 27 Agustus 2019 - 11:15 WIB
Hujan Lebat, Kabut Asap akibat Karhutla di Riau Mulai Hilang

Sejumlah pengendara kendaraan bermotor melintas di Jalan Tuanku Tambusai ketika hujan mengguyur Kota Pekanbaru, Riau, Senin (26/8/2019). (Foto: Antara).

PEKANBARU, iNews.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, hujan menghilangkan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sebagian besar daerah Riau. Hujan lebat turun merata di hampir seluruh wilayah tersebut pada Senin (26/8/2019).

Staf Analisis BMKG Stasiun Pekanbaru, Ahmad Agus Widodo mengatakan, hujan lebat turun merata hingga kabut asap karhutla mulai menghilang. Tapi asap masih terpantau berada di Kota Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

"Asap hanya terdeteksi di Kota Rengat dan mempengaruhi jarak pandang, sehingga turun tinggal lima kilometer," kata Ahmad kepada wartawan di Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (27/8/2019).

BACA JUGA: Karhutla di Riau Meluas, 4 Helikopter Dikerahkan untuk Pemadaman di 3 Kabupaten

Sedangkan di Kota Pekanbaru udara relatif bersih dari asap karhutla. Jarak pandang pada sekitar pukul 09.00 WIB mencapai 10 kilometer. Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Pelalawan dan Kota Dumai, dengan jarak pandang mencapai delapan kilometer.

"Kualitas udara di Pekanbaru juga bagus pada hari ini, ditandai dengan PM10 atau partikel asap bagus," ujarnya.

Berdasarkan data BMKG Pekanbaru, pantauan satelit pada pukul 05.00 WIB menunjukan ada sembilan titik panas di Riau.

Lokasi terbanyak di Kabupaten Bengkalis ada empat titik panas, Indragiri Hilir terdapat dua titik, dan Kabupaten Kampar, Indragiri Hulu dan Kepulauan Meranti masing-masing satu titik.

BACA JUGA: BMKG Deteksi 584 Titik Panas Indikasi Karhutla Kepung Sumatera Sabtu Pagi Ini

"Dari jumlah tersebut ada dua titik yang terindikasi titik api karhutla, yang masing-masing satu titik di Bengkalis dan Indragiri Hilir," ujar dia.

Sementara itu, sejumlah warga Kota Pekanbaru mulai bebas beraktivitas di luar rumah tanpa masker medis. Mereka menikmati udara pagi yang segar setelah sebelumnya selama sekitar sepekan terakhir dipenuhi asap Karhutla.

"Hari ini saya sudah bisa mengajak cucu saya main di taman pagi ini. Pintu dan jendela rumah juga sudah dibuka dari pagi supaya udara segar masuk," kata seorang warga Pekanbaru, Sri Ambarwati (68).


Editor : Andi Mohammad Ikhbal